Gelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana, Danlantamal Jayapura: Ini untuk Tindakan Mitigasi

oleh -221 Dilihat
Danlantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Feryanto Marpaung saat meninjau personel dalam apel gabungan Gelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana/all

Jayapura, Topikpapua.com, – Danlantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Feryanto Marpaung menyebut apel gabungan kesiapsiagaan latihan penanggulangan bencana alam perlu dilakukan sebagai standar operasional prosedur (SOP) bersama dalam menanggulangi bencana.

Danlantamal menegaskan, dalam kegiatan yang diinisiasi pihaknya ini, tugas utama Lantamal X Jayapura adalah melaksanakan operasi penanggulangan bencana alam di Jayapura dan sekitarnya, dalam rangka tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI perbantuan kepada pemerintah daerah.

“Jadi, apel ini kami laksanakan setiap tiga bulan sekali sebagai tindakan mitigasi bencana alam,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela apel gabungan kesiapsiagaan bencana 2022 di Lapangan Trisila Hamadi, Kota Jayapura, Kamis (8/12/2022).

Menurut Jenderal Marinir bintang satu ini, dalam menangani bencana alam dibutuhkan upaya yang terkoordinasi. Dengan begitu penanganan bencana alam seperti banjir, tsunami, gempa bumi, longsor, dan kebakaran akan berjalan aman dan lancar.

“Jadi nanti saat terjadinya bencana yang memegang tongkat komando adalah kepala daerah, dan kami TNI dan Polri tentu siap membantu pemerintah,”bebernya.

Dijelaskan Danlantamal, ada beberapa faktor memicu terjadinya bencana alam, seperti geologi dan aktivitas lempeng antara Indonesia dan Australia. Sebab itu, penanganan bencana juga memerlukan ilmu mitigasi sebagai langkah antisipasi dan responsif untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Jadi tahap penanggulangan bencana itu dimulai dari sosialisasi, kemudian sinkronisasi dari semua stakeholder, sehingga ada kerja sama yang solida, cepat dan tepat serta maksimal,” tegasnya.

“Kemudian juga untuk pemberitahuan dan penanganan serta trauma healing dapat terlaksana dengan baik, dengan kami melibatkan semua unsur satuan mulai dari satgas laut, satgas kesehatan pengungsi hingga satgas kesehatan darat,” timpalnya lagi.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, William Manderi mewakili Pemprov Papua mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Lantamal Jayapura ini.

Menurut William, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan, agar tercipta integrasi yang kuat antara stakeholder dalam penanganan bencana.

“Koordinasi dan komunikasi harus dilakukan melalui kegiatan seperti ini. Karena perlu diketahui bahwa sampai saat ini belum ada alat yang mampu mendeteksi bencana alam,” ungkapnya.

Willian mengklaim bahwa lawasan Utara Jayapura merupakan wilayah yang diarsir sebagai rawan bencana alam.

“Maka itu kami mempersiapkan jalur evakuasi untuk membantu dalam meminimalisir jumlah korban bila terjadi bencana. Apalagi kita bisa lihat struktur tanah di Kota Jayapura ini lan labil. Jadi, sangat berpotensi terjadinya longsor, dan kami juga terus mengimbau warga yang tinggal di kawasan bencana untuk selalu waspada untuk preventif risiko bencana,” tandasnya.

Dari pantauan Topik Papua, apel gabungan yang dirangkaikan dengan kegiatan simulasi ini diikuti ratusan personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, BMKG hingga stakeholder terkait. Dalam apel tersebut juga dipamerkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana seperti air boat atau swamp boat, peralatan selam, truk hingga tenda pengungsi. (Alleya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.