Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Komang Yustrio Wirahadi Kusuma / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Penyidik Tipikor Satuan Reskrim Polresta Jayaupra Kota menetapkan bendahara RSUD Abepura (LPM) sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dana BPJS senilai Rp1,5 Miliar.

Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Komang Yustrio Wirahadi Kusuma, mengungkapkan tersangka LPM kini telah menjalani proses penahanan di rumah tahanan Polresta Jayapura Kota, yang mana pada Januari 2021 mendatang akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jayapura.

Baca JugaKetagihan Judi Online, Pegawai Bank Papua Korupsi Miliaran Dana Nasabah

“Kasusnya sudah P-21 beberapa waktu lalu dan akan kami limpahkan pada Januari mendatang,” ungkap AKP Komang kepada Pers, Rabu (23/12/20).

Dijelaskan AKP Komang, sesuai hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, LPM terbukti memalsukan tanda tangan Direktur untuk mencairkan dana BPJS RSUD Abepura sejak bulan Maret sampai dengan September 2020.

“Modus tersangka memalsukan tandatangan untuk melakukan pencairan dana tersebut dari bank, lalu uangnya di pakai sendiri,” ucapnya.

Baca JugaEks Kadis dan Bendahara Jadi Tersangka Korupsi Dana Insentiv Guru

Dalam pemeriksaan, Kasat Reskrim mengaku pihaknya telah memeriksa 11 orang saksi, termasuk Direktur RSUD Abepura.

AKP Komang menjelaskan, dari hasil penyidikan, sejauh ini LPM masih menjadi tersangka tunggal, “Sejauh ini LPM masih sebagai tersangka tunggal, dan tidak ada indikasi tersangka lainnya dalam kasus penggelapan tersebut, murni dilakukan oleh tersangka seorang diri dengan maksud untuk memperkaya diri sendiri,” Beber Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, LPM di jerat pasal 8 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang perubahan UU Nomor 20 tahun 2001, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 Tahun Penjara. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here