Gandeng MRP, Politeknik Penerbangan Jayapura Buka Program Afirmasi

0
Ketua MRP, Matius Murid dan Kepala BPSDM Perhubungan Ir. Sugihardjo, MSi / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Politeknik Penerbangan Jayapura berencana untuk menerima 72 calon siswa program affirmasi yang akan diseleksi dari 29 kabupaten dan kota di Provinsi Papua.

Direktur Politeknik Penerbangan Jayapura, Benny Suherman, mengatakan, dari hasil tes di 29 kabupaten dan kota di Papua tersebut kemudian akan didapat sekitar tiga kelas yang masing-masing kelas akan diisi oleh 24 siswa/wi.

“Jadi ada sekitar 72 orang yang akan diterima dari program affirmasi ini. Kami rencanakan, setelah ini pekan depan akan kita lakukan seleksi. Jadi dari 29 kabupaten dan kota akan mengirim masing-masing sebanyak 3 orang dan kami akan seleksi nanti akan dihasilkan 2 orang yang akan masuk di kampus kami,” kata Benny kepada Pers usai Penandatangan Kesepakatan Bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dengan Majelis Rakyat Papua (MRP), Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Waropen, dan PT Angkasa Pura Support di Aula Politeknik Penerbangan Jayapura, Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (15/10/20).

Benny berharap program ini bisa dimanfatkan dengan baik oleh putra-putri Papua. Mengingatbanyaknya bandar udara di papua yang masih membutuhkan tenaga profesional.

“Bandara-bandara yang ada di Papua ini cukup banyak, tapi belum ditangani secara langsung oleh anak-anak asli Papua. Mudah-mudahan dari kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka kesempatan mereka untuk bekerja di bandara bandara yang ada di Papua bisa ditangani dari hasil program affirmasi ini,” katanya.

Untuk itu Benny berharap MRP sebagai representatif orang Papua bisa membantu untuk mensosialisasikan program ini kepada putra-putri Papua.

“Itu harapan kami, agar nantinya yang bekerja di bandara-bandara di seluruh Papua ini adalah anak asli papua,”Harap Benny.

Sementara itu, Ketua MRP Timotius Murib menhambut baik program afformasi ini dan siap untuk meneruskan informasi ini ke seluruh Papua, sehingga nantinya putra-putri anak papua tidak lagi berharap untuk masuk IPDN.

“Jadi tak lagi berpikir semua harus ke IPDN, tapi sesuai dengan lapangan kerja yang ada di sini begitu banyak pelabuhan dan bandara di Papua. Ini tentu saja membutuhkan banyak SDM yang bagus, sehingga adik-adik ini kita akan mendapatkan kesempatan pendidikan di perhubungan ini. Selanjutnya kembali kerja di kampung mereka masing-masing, “Beber Murib.

Politeknik Penerbangan Jayapura sendiri menyiapkan tiga Program Studi (Prodi) Diploma 3, yaitu Manajemen Lalu Lintas Udara, Teknik Listrik Bandar Udara dan Manajemen Bandar Udara. (Redaksi Topik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here