Rapat Paripurna DPR Papua penandatanganan Pesertujuan RKUA dan RPPAS APBD 2022/Foto ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Wakil Ketua DPR Papua Yunus Wonda menutup rapat paripurna dengan agenda penandatangan persetujuan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RPPAS) APBD Papua tahun anggaran 2022, Rabu (15/12/2021) malam.

Yunus Wonda dalam kesempatan itu mengungkapkan, pembahasan RKUA dan RPPAS dilakukan secara maraton oleh komisi-komisi DPR Papua dalam rapat kerja bersama dengan mitra guna mencari masukkan terhadap program kegiatan RKUA dan RPPAS APBD 2022.

“Badan anggaran dewan telah melakukan rapat kerja bersama komisi-komisi dewan yang hasil pembahasan dimaksud telah pula disampaikan kepada tim anggaran pemerintah daerah sebagai bahan penyempurnaan RKUA dan RPPAS APBD 2022,” katanya

Lanjut dia, guna meningkatkan pendapatan daerah perancangan kekuatan PPAS APBD 2022, Gubernur Papua melakukan kebijakan pada sumber-sumber pendapatan daerah diantaranya pajak dan retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dengan lain-lain, pendapatan daerah yang sah serta kebijakan dana perimbangan dengan berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal pembagian dana hasil pajak dan bukan pajak.

“Termasuk perolehan dana alokasi umum guna memenuhi arah kebijakan belanja daerah yang mengacu pada kebijakan dan sasaran pokok RPJMD program prioritas nasional dan program strategis nasional yang ditetapkan untuk Provinsi Papua,” imbuhnya.

Sedangkan arah kebijakan ke pembiayaan daerah, sambungnya  diterapkan dengan mengupayakan sumber pemasukan pembiayaan untuk menutup defisit anggaran pada APBD 2022.

“Atas nama segenap pimpinan dan segenap anggota dewan, saya mengucapkan terima kasih kepada saudara Gubernur Papua dan tim anggaran pemerintah daerah yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh menyelesaikan penyempurnaan RKUA dan RPPAS sementara APBD 2022, sehingga pada malam hari ini kita akan melakukan penandatanganan persetujuan bersama,” ucap Yunus.

Selanjutnya Yunus mengaku tentu banyak dinamika yang terjadi dalam pembahasan RKUA dan RPPAS, baik dalam pembahasan antara mitra kerja bersama dengan komisi-komisi dengan badan anggaran dan tentunya badan anggaran dewan bersama dengan tim anggaran pemerintah daerah.

“Tetapi kami percaya bahwa semuanya itu akan bermuara bagi kepentingan masyarakat Papua,” pungkasnya. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here