Kapolsek Sentani Timur Iptu Jetny L. Sohilait, SH, didampingi Wakapolsek Sentani Timur Iptu Henry Djalmaf saat melakukan press release kasus pemerkosaan di Mapolsek Sentani Timur, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (25/10/2021)

Sentani, Topikpapua.com, – Seorang tukang ojek berinisial O (29) dibekuk aparat Polsek Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, usai memperkosa seorang wanita, MD (25) di Jalan Alternatif tepatnya di Dapur Papua, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur. Pemerkosaan itu terjadi pada 15 Oktober 2021 lalu.

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Williamson Agusthinus Maclarimboen melalui Kapolsek Sentani Timur Iptu Jetny L. Sohilait, membenarkan penangkapan tersebut.

Kapolsek menjelaskan penangkapan pelaku yakni pada 17 Oktober 2021.
Kronologi pemerkosaan terhadap korban bermula saat korban yang bekerja di BTN Graha Nendali sebagai relawan PON XX di bidang konsumsi hendak pulang usai bekerja Jumat 15 Oktober 2021 sekira pukul 23.00 WIT

Kala itu, korban menumpangi kedua temannya yang sedang menggunakan sepeda motor. Namun sesampainya di kawasan hati hilang Kampung Nendali, mantan suami korban datang menggunakan sepeda motor dari arah belakang, kemudian menghentikan korban.

” Saat itu korban turun dari sepeda motor dan kedua temannya langsung pergi. Kemudian mantan suami korban menawarkan korban untuk mengantar korban pulang ke rumahnya. Namun korban tidak mau, sehingga mantan suami korban langsung memukul (menampar) kepala korban sebanyak satu kali, ” ujar kapolsek saat merilis kasus di Mapolsek Sentani Timur, Senin (25/10/2021).

Lanjut kapolsek, usai menampar korban, mantan suami korban langsung pergi meninggalkan korban.
Tak lama kemudian, pelaku datang dengan menggunakan sepeda motor dan langsung menghampiri korban. Pelaku menawarkan kepada korban untuk mengantar pulang.

Namun dalam perjalanan, pelaku tidak mengantarkan korban ke rumah, melainkan mengarahkan sepeda motor ke mata jalan Dapur Papua dan menghentikan kendaraannya.

“Tidak lama kemudian pelaku yang saat itu sedang dalam pengaruh minuman keras memaksa korban berhubungan badan. Pelaku mengancam akan memukul korban.
Karena dibawa ancaman dan kalah tenaga, pelaku melampiaskan nafsunya. Korban terus berontak dan kemudian mengambil batu dan langsung memukul ke arah kemaluan pelaku. Korban akhirnya melarikan diri dan melompat ke jurang untuk menyelamatkan diri,” beber kapolsek.

Aparat Polsek Sentani Timur yang saat itu mendapatkan laporan, langsung menuju ke TKP untuk mencari keberadaan korban.

“Tim piket kami malam itu langsung turun untuk mengecek keberadaan korban dan mendapati korban di dalam hutan di jalan alternatif, serta membawa korban ke kantor. Selanjutnya, kami mengarahkan korban untuk membuat laporan polisi dan membawa korban ke rumah sakit,” ungkapnya.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Sentani Timur dan akan menjalani tahanan selama 20 hari (17 Oktober- 25 November 2021).

“Kami juga sudah amankan barang bukti, yakni satu lembar celana panjang warna biru, satu lembar baju kaos warna biru, satu lembar celana dalam warna hitam. Barang bukti ini semuanya milik korban. Kemudian juga ada barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hitam bernomor polisi DS 3770 AE milik pelaku,” kata kapolsek bahwa pelaku dijerat pasal 285 Ayat (1) KUHP tentang kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here