Anton Uropmabin mewakili Dewan Adat Kabupaten Pegunungan Bintang saat memberikan klarifikasinya soal berita pengungsi di Kiwirok/foto istimewa

Jayapura, Topikpapua.com, – Anton Uropmabin mewakili Dewan Adat Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) memberikan klarifikasinya terkait berita pengungsian di Distrik Kiwirok pasca penyerangan yang dilakukan oleh kelompok separatis pimpinan Lamek Taplo.

Anton meluruskan, bahwa dirinya tidak pernah memberikan pernyataan tentang pengungsian di Kiwirok akibat dari keberadaan pasukan TNI dan Polri, sebagaimana yang diberitakan oleh salah satu media online di Jayapura, Papua, pada Jumat 22 Oktober 2021 lalu.

“Saya tidak pernah memberikan pernyataan kepada media online tersebut terkait dengan adanya pengungsian akibat dari TNI dan Polri, itu tidak benar,” ungkap Anton, Kamis (28/10/2021).

Sebaliknya, kata Anton, ia justru mengklaim bahwa keberadaan TNI dan Polri memberikan pelayanan dan perlindungan kepada warga Kiwirok, pasca penyerangan kelompok Lamek Taplo.

“Dan saya juga menyampaikan pihak gereja telah memberikan bantuan berupa beras sebanyak 6 ton kepada warga yang terkena dampak penyerangan Lamek Taplo,” bebernya.

Sebagai Dewan Adat Pegunungan Bintang, Anton mengaku sangat menyesalkan ihwal berita yang diterbitkan media online tersebut yang tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikannya.

“Saya berharap agar media tidak asal membuat berita. Jadi sekali lagi saya tegaskan, saya tidak bicara tentang TNI atau Polri yang mengusir masyarakat. Justru yang saya katakan adalah TNI dan Polri yang berada di Pegubin sama dengan kami Dewan Adat yaitu mengayomi masyarakat,” imbuhnya lagi.

Selanjutnya Anton juga akan membuat pernyataan klarifikasi terkait pemberitaan yang tidak sesuai dengan penyampaiannya yang diterbitkan oleh media online bersangkutan. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here