Covid-19, Legislator Ini Minta Pemda Pulangkan Mahasiswa Asal Papua

7
Sekertaris Fraksi Bangun Papua DPR Papua, Alfred Fredy Anouw saat di wawancarai wartawan / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Sekertaris Fraksi Bangun Papua DPR Papua, Alfred Fredy Anouw meminta kepada Pemerintah Papua segera memulangkan para Pelajar dan Mahasiswa asal Papua yang saat ini sedang menimba Ilmu di Luar Papua.

Menurut Alfred, para Mahasiswa tersebut saat ini sedang terancam akan tertular pandemi Covid-19.

“ Saya meminta Pemerintah Propinsi Papua segera Pulangkan Seluruh pelajar dan Mahasiswa diluar Papua yang sedang menimba ilmu diluar Papua, karena nyawa mereka sedang terancam sebab diluar Papua belum dilakukan penutupan akses darat maupun udara, “ Kata Alfred kepada Redaksi Topik, Kamis (09/04/20).

Alfred berharap, bila tidak memungkinkan untuk di pulangkan karena terbentur status tangap darurat, maka dirinya berharap agar Pemda Papua bisa membiayai kebutuhan mereka selama Pandemi covid-19.

“ Jika ini tidak memungkinkan maka saya minta pemerintah Propinsi Papua dan seluruh Bupati/ Walikota untuk segera menjamin makan dan minum mereka berupa sembako, “Katanya.

Walau demikian Senator asal Kabupaten Dogiyai tersebut memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah yang diambil Pemerintah Papua dengan meningkatkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat.

“Saya mengapresiasi kebijakan pemerintah papua  yang meningkatkan status Papua dari siaga menjadi tangap darurat, dengan demikian melindungi rakyat Papua dari Pandemi Covid-19, “ Pungkasnya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Papua menggelar rapat terkait penanganan Covid-19 di Papua, hasil rapat tersebut diantaranya menigkatkan status siaga darurat menjadi tangap darurat.

“Meningkatkan status bencana non alam dari siaga darurat pengendalian covid 19 menjadi Tanggap darurat, sejak tanggal 9 April s/d 6 Mei 2020, Memperpanjang bekerja dan belajar di rumah dari tgl 14 April s/d 23 April 2020, kecuali bidang kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik dan kebutuhan keseharian, “ Kata Wagub Klemen Tinal, Rabu (08/04/20).

Keputusan lainnya, yakni : Memperpanjang pembatasan keluar masuk orang dari dan ke Papua mulai tanggal 10 April s/d 23 April 2020 melalui penerbangan/pelayaran komersial/ carteran termasuk penerbangan di daerah pegunungan Papua.

Membatasi tempat penjualan sembako dari pukul 06.00 s/d 14.00 Wit, Menutup semua jenis tempat wisata dan hiburan.

Mengoptimalkan pengamanan dan penegakan hukum khususnya pada fasilitas pelayanan patroli wilayah, informasi ke masyarakat untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Meringankan daya beli masyarakat melalui program bantuan sosial dalam bentuk cash transfer dan bantuan bahan pangan untuk masyarakat, melakukan program padat karya misalnya perbaikan infra struktur drainase, trotoar dan lain-lain.

Untuk mencegah daya beli dan krisis ekonomi di masyarakat dilakukan dengan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok strategi masyarakat melalui pembatasan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan

“ Para Bupati dan Walikota wajib menyiapkan anggaran pencegahan covit 19 dan wajib juga untuk mentaati keputusan rapat ini, “ Tukas Klemen. (Redaksi Topik)

7 KOMENTAR

  1. Dengan hormat
    Kepada pemerintah provinsi Papua dan jajaran nya,
    Nama saya yudius wanimbo, asal saya dari Tolikara Papua,sya minta dengan hormat kepada seluruh pemerintah provinsi Papua dan Papua barat, agar pemerintah provinsi Papua harus memperhatikan mahasiswa yang berada di luar Papua maupun yang ada di luar negeri,maka dengan adanya covid-19 kami mahasiswa Papua yang berada di luar Papua maupun di luar negeri, saat ini kami krisis, kebutuhan ekonomi, dan satu hal yang saya mau sampai kepada seluruh pemerintah provinsi Papua,
    gara gara kami membutuhkan bahan ekonomi, kami Gade barang barang yang kami punya seperti leptop, HP motor dll,maka dari kami minta tolong agar pemerintah daerah memperhatikan setiap mahasiswa yang ada di luar Papua maupun yang berada di luar negeri.

    Mohon maaf apa bila kata kata sya yang tidak berkenan dlm hati bapa/ibu.

  2. Saya atas nama perempuan/mama Papua mohon kepada pemerintah Papua utk pulangkan anak anak Papua yg ada di tanah Jawa.saya mohon dengan tulus…

  3. Dengan hormat,
    Kepada Para Pemerintah Papua dan jajarannya
    Saya setuju dengan apa yang dikatakan saudara Yudius, kami para pelajar yang tinggal di rantau sangat kesusahan karena dampak dari covid-19 ini. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang rela kerja untuk mencukupi biaya hidup selama covid-19 ini, kami sangat berapresiasi kepada pemerintah jika nanti kami dapat di pulangkan ke daerah kami di Papua. Namun, jika hal itu tidak dapat dilakukan, kami hanya meminta untuk membantu kami dengan memberi sembako dan sedikit uang untuk membayar biaya kos kami.

    Saya mohon maaf jika ada kalimat atau kata yang tidak berkenan kepada Bapak/Ibu sekalian

  4. Sementara kita yg kerja, kuliah, sekolah ditanah rantau dan luar negeri, hanya bisa mengucap syukur saja, moga Covid 19 cepat berlalu, dan iman kita tumbuh dalam penderitaan, penganiayaan, gadai leptop, HP, TV, tanpa Bantuan makan dan minum, karena Pa RT dan RW di sekitar ade2 dong kuliah tdk mungkin mendaftar mereka utk mendapatkan kartu Pra Kerja, yg dari Jatim ke Jateng saja banyak yg belum terdaftar di RT dan RW, ataupun sebaliknya, mana mungkin kami juga didaftarkan untuk menerima bantuan BLT, tolong penerus kami pemuda pelajar Papua dan Papua Barat di Luar Negeri dan Se Indonesian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here