Cekcok Masalah Tanah Berbuntut Nyawa Melayang

0
Pelaku YBR dan PR saat diamankan di mapolres Supiori / ist

Supiori, Topikpapua.com, – Nasib naas dialami oleh Kelioipas Rayaar, warga Kampung Remes Distrik Supiori Timur. Pria paruh baya berusia 52 tahun yang tewas usai di tombak oleh dua pelaku, yang tak lain adalah saudara korban. Kasus penganiayaan hingga meninggal dunia ini di duga terpicu akibat masalah sengketa hak milik tanah galian karang.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal menjelaskan bila kasus pembunuhan ini terjadi pada Senin, (09/03/20) lalu. saat itu  antara dua pelaku dan korban terjadi cekcok mulut terkait hak milik tanah galian karang.

“ Kejadiann nya itu terjadi senin kemaren, sekira pukul 14.00 wit, saat itu antara korban dan dua pelaku ini cek cok mulut terkait sengketa hal milik tanah galian karang, karena tidak terima korban dan saksi pulang mengambil tombak dan panah kemudian mendatangi rumah pelaku, “ Ungkap Kombes Kamal kepada Redaksi Topik, Selasa (10/03/20).

Lanjut Kamal, Cek-cok mulut itu berbuntut penganiayaan yang dialami korban, “ jadi kedua pelaku ini datang lagi dengan membawa panah dan tombak, dan saat itu korban sudah siapkan panah, saat kedua pelaku datang korban langsung melepas anak panah, namun tidak mengenai korban. “ Jelas Kamal.

Saat hendak melepaskan panah keduanya, salah satu pelaku yakni, Yohannes Bhramas Nange menombak pantat korban, sedangkan pelaku lainnya yakni Paulus Rayaar melempar tombak ke arah perut korban.

“ Jadi saat itu juga ada satu saksi yang mencoba untuk membantu korban dengan cara melempar tombak ke arah kedua pelaku, namun kedua pelaku bisa menghindar.., Nah tombak itu yang kemudian diambil oleh pelaku untuk kemudian menikam tubuh korban berkali-kali, “ Beber Kamal menjelaskan.

Akibat penganiayaan tersebut korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

“ Mendapat laporan Gabungan Piket Fungsi dipimpin oleh Kasat Sabhara Iptu Ngarifin mendatangi TKP dan membawa korban ke RSUD Supiori dan menahan Pelaku Paulus Rayaar, sementara pelaku lainnya yakni Yohanes Bhramas Nange berhasil diamankan beberapa jam kemudian. Keduanya lalu diamankan di Mako Polres Supiori  “ Kata Kamal.

Atas perbuatan kedua pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP ayat (2) ke 3e tentang barang siapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman penjara selama 12 Tahun. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here