Made Jabbon Suyasa Putra, buronan Kejati Papua Ditangkap di Bali/foto istimewa

Jayapura, Topikpapua.com, -Made Jabbon Suyasa Putra, buronan kasus korupsi selama 9 tahun akhirnya ditangkap Kejaksaan Tinggi Papua.

Asintel Kejati Papua, Akhmad Muhdhor mengatakan, DPO Kejati Papua sejak tahun 2012 itu, ditangkap di Bali pada 11 November 2021.

Akhmad menjelaskan, Made Jabbon Suyasa Putra kabur sejak tanggal 27 Maret 2012. Saat itu, lanjut Akhmad, dia (Made) harus melaksanakan putusan tingkat kasasi Nomor 392 K/Pid.sus/2012 tanggal 27 Maret 2012.

Setelah berhasil mendapat informasi keberadaannya di Bali, kemudian Tim Tabur Kejati Papua melacak keberadaan dan melakukan pencarian ke Kabupaten Gianyar dan melakukan pengintaian selama 4 hari sejak Selasa 9 November 2021.

“Atas bantuan Tim Intelijen Kejati Bali dan Kejari Gianyar, pada Kamis 11 Nopember 2021, kami berhasil menangkap di rumahnya dan selanjutnya diamankan di Kejati Bali utk menunggu dibawa ke Jayapura untuk dilakukan eksekusi,” kata Akhmad di Jayapura, Minggu (14/11/2021).

Akhmad mengungkapkan, terpidana Made Jabbon Suyasa Putra dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi melaksanakan pekerjaan yg belum selesai 100 persen, tetapi terpidana melampirkan dokumen pekerjaan seolah-olah pekerjaan telah rampung. Dalam kasus itu, tindakan Made merugikan negara sebesar Rp 805.908.700,

“Jadi, dia melakukan perbuatan tersebut bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Keerom, Papua, Sakir,” bebernya.

Sebelumnya I Made Jabbon Suyasa Putra ditahan sejak tahap penyidikan hingga tahap upaya hukum di tingkat banding.

Pada saat menunggu putusan kasasi, terpidana I Made Jabbon Suyasa Putra dikeluarkan demi hukum karena masa penahanannya telah habis.

” Sejak saat itu I Made Jabbon Suyasa Putra tidak berada lagi di tempat tinggalnya sesuai di dalam berkas perkara sehingga tidak dapat dilakukan eksekusi pada saat putusan kasasi Nomor 392 K/Pid.sus/2012 tanggal 27 Maret 2012,” ungkap Akhmad.

Terpidana berdasar putusan Nomor 392 K/Pid.sus/2012 dijatuhi penjara selama 1 tahun 6 bulan dan pidana denda sebanyak Rp 50.000.000, subsider 3 bulan kurungan, selain itu diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 740.908.700 subsider 1 tahun penjara.

Putusan Nomor 392 K/Pid.sus/2012 tersebut menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas IA Jayapura Nomor 02/Pid.Tipikor/2011/PN.Jpr. tanggal 27 September 2011.

“Saat ini terpidana dieksuksi dan dimasukkan ke LP kelas II A Abepura untuk menjalani sisa hukuman,” tandas Akhmad. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here