Buron 10 Tahun, Dirut PT Propelat Papua Diamankan di Jakarta  

oleh
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo / Tie

Jayapura, Topikpapua.com, – Tim Tabur Kejati Papua bersama Tim Tabur Kejati DKI berhasil membekuk Carolus Pramono, terpidana yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Papua selama 10 tahun.

Carolus Pramono ditangkap di Jalan Surya Timur Blok II-X8 Rt 008 RW 05 Jakarta Barat, Minggu (27/3/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Usai ditangkap, Carolus Pramono bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Papua berangkat menggunakan Pesawat Batik Air menuju Jayapura, Senin (29/3/2022) untuk diserahkan kepada Jaksa Eksekutor di Kejaksaan Negeri Kepulauan Yapen.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo mengungkapkan, penangkapan Carolus Pramono berdasarkan putusan MA No.1879K/Pid.Sus/2010 tanggal 11 Mei 2011.

Kondomo menjelaskan, selaku Kepala Cabang PT. Propelat Papua berdasarkan surat perintah kerja Nomor 03/SPK-RTRW/BAPPEDA/W/2004 tanggal 01 Juli 2004. Saat itu, perusahaan yang dipimpin Carolus melaksanakan pekerjaan menyusun buku RTRW dan buku RUTRK Kabupaten Waropen tahun 2004.

Sayangnya, apa yang dilakukan terpidana bertentangan dengan UU Nomor 24 tahun 1992 tentang penataan ruang dan Kepres RI Nomor 80 tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.1.275.775.000,00.

“Jadi, dalam tindak pidana korupsi itu dia (Carolus Pramono) melakukan bersama sama dengan Kaleb Imbiri selaku Sekretaris Bappeda. Dan Onesimus Jacob Ramandey yang juga terlibat sudah terlebih dahulu kami eksekusi,” kata Kondomo, Rabu (30/3/2022).

Terpidana Carolus Pramono diputus pidana penjara selama 3 tahun dan pidana denda sebesar Rp. 75 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan serta menghukum terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp. 1.275.775.000,00 dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Kondomo pun menghimbau kepada seluruh orang yang masuk dalam DPO Kejaksaan Tinggi Papua agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tandas Kondomo. (Redaksi Topik)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.