Bupati Wandik dan Yan Mandenas Sesali Pembakaran BTS di Puncak

0
Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik dan anggota DPR RI Yan Mandenas saat eninjau lokasi pembangunan BTS di kabupaten Puncak, Oktober 2020/ ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik mengaku sangat kecewa terhadap aksi pembakaran dua unit generator BTS di daerah yang dipimpinnya.

Melalui sambungan telepon, Bupati Wandik mengatakan Jaringan telekomunikasi di kabupaten Puncak saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk membuka keterisolasian.

“Saya sangat sayangkan karena ini prosesnya tidak cepat, kita sudah ajukan dua – tiga tahun baru akhirnya terealisasi,” kata Willem, Senin (11/01/21).

Baca JugaDua BTS Palapa Timur Kabupaten Puncak Dibakar KKB

Paska kejadian ini, sambung Wandik, Kementerian Komunikasi dan Informatika dikabarkan akan mencari lokasi yang lebih aman bila akan membangun BTS lagi di Puncak.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Yan Permenas Mandenas juga ikut menyesalkan pembakaran terhadap base transceiver station  (BTS) di Kabupaten Puncak.

“Saya sangat menyesalkan pembakaran terhadap BTS yang dibangun Palapa Ring, karena  masyarakat tidak lagi mendapat pelayanan telekomunikasi, mengingat dengan adanya BTS tersebut dapat dilayani Jaringan 4G, ” kata polisiti partai Gerindra asal Papua, melalui telepon selularnya, Senin petang.

Baca JugaKunker ke Puncak, Mandenas Tinjau Perkembangan Proyek Palapa Ring

Dikatakan, seharusnya Bupati dan masyarakat di Kabupaten Puncak turut menjaga asset tersebut karena yang menikmati juga warga di wilayah itu.

” Saya sudah sempat berkunjung ke Ilaga, ibu Kota Kabupaten Puncak pada bulan Oktober 2020 untuk melihat pembangunan BTS Oleh PT. Palapa Timur Telematika (PTT), dilanjutkan dengan penyambungan kabel Optik oleh Pihak PT. Telkom Wilayah Papua dalam waktu Satu Bulan agar Masyarakat bisa menikmati jaringan 4G dengan kuota Internet yang cukup dari kurang lebuh 10 MBPS menjadi kurang lebih 100 MBPS, “Jelasnya. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here