496 Guru Kontrak OAL saat mendengarkan arahan dari Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si di halaman Kantor Bupati Lanny Jaya, Senin (18/10/2021) foto istimewa

Tiom, Topikpapua.com, – Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom menegaskan bahwa tenaga kontrak guru asli Lanny Jaya merupakan implementasi program Lanny Jaya Cerdas.

Sebab itu, bupati menaruh harapan besar bahwa guru yang telah dikontrak ini harus menjadi pejuang dan pelopor yang berintegritas serta berjiwa besar. Pasalnya, guru yang direkrut ini adalah orang pilihan untuk menentukan arah dan masa depan guru kontrak dan juga generasi penerus Lanny Jaya.

“Yang kedua lakukanlah tugas anda seperti tugas untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk manusia dan tidak boleh guru ini kucing-kucingan dan jadilah orang benar dan anda akan hidup menerima tanda heran ketanda heran dan laksanakan tugas sesuai panggilan hati,”pesan Bupati Befa memberikan arahan melalui selulernya saat pelepasan 496 Guru Kontrak Orang Asli Lanny Jaya (OAL) di halaman Kantor Bupati Lanny Jaya, Senin (18/10/2021) pagi.

Bupati yang sedang berada di Jayapura menerima Opini WTP ketiga kalinya ini, juga kembali berpesan agar guru yang dikontrak lebih kreatif dalam membimbing anak-anak didiknya agar bertumbuh menjadi murid yang disiplin, memiliki wawasan, akhlak dan moral yang baik. Anak-anak yang dididik pun harus mengerti bahwa mereka adalah generasi masa depan Lanny Jaya.

“Saya minta jaga harga diri anda. Anda miliki harga diri jika anda loyal, berintigritas serta rela berkorban melakukan ini sebagai tugas panggilan melayani Tuhan,”ucapnya.

Pesan lainnya yang disampaikan bupati yakni soal pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak di tempat dimana guru tersebut ditugaskan.

“Harus dapat memastikan bahwa setiap anak usia sekolah harus bersekolah. Itu yang penting,” pesan bupati lagi.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya, Tan Wanimbo menjelaskan bahwa perekurutan ini berdasarkan keputusan dan kebijakan Kepala Daerah tertanggal 31 Desember 2020 pada saat tutup tahun 2020 di Distrik Gupura. Saat itu, kata Wanimbo, bahwa bupati mengambil kebijakan lantaran melihat fakta kekurangan guru di pendidikan tingkat dasar.

“Sebagian besar mereka ditempatkan di distrik atau kampung asal agar mereka mengapdikan diri kepada adik-adik mereka di seluruh Lanny Jaya,” bebernya.

Wanimbo pun jenyampaikan terimakasih kepada Bupati Lanny Jaya yang telah membuat kebijakan tersebut guna menyelamatkan generasi penerus Lanny Jaya.

“Program ini sangat menolong di bidang pendidikan tingkat dasar dan menciptakan lapangan kerja untuk adik adik yang mendiami negeri ini . Kebijakan ini sangat menolong,” akunya.

Diketahui jumlah 496 guru OAL yang dikontrak melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya tersebut terdiri dari 256 guru di 151 TK, 240 guru di 57 Sekolah Dasar.

Ke- 496 guru kontrak OAL ini adalah Putra-Putri Asli Lanny Jaya dari berbagai tamatan perguruan tinggi dari berbagai jurusan yang belum mendapatkan pekerjaan.

Sebelum dilepas, 496 guru OAL ini juga telah mendapatkan pelatihan oleh LPMP Provinsi Papua. Selanjutnya akan mengabdi di sekolahTK dan Sekolah Dasar (SD) Yang ada di Lanny Jaya sesuai daerah asal guru kontrak tersebut. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here