BTM : PSSI Harus Tegas Soal Rasisme

0
Selebrasi Boaz Sallosa usai menjebol gawang PSIS Semarang / Goal.com

Jayapura, Topikpapua.com, – Laga perdana Grub C Piala Presiden antara PSIS Semarang Versus Persipura Jayapura telah berakhir, namun pada laga tersebut meninggalkan suatu memori yang kurang elok di tonton jutaan mata pemirsa.

Salah satunya saat para supporter PSIS melontarkan teriakan provokatif dan kata-kata Rasis bagi pemain Persipura, begitu hal nya dengan balasan gesture tubuh yang kurang sopan yang di lakukan oleh beberapa pemain persipura.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Umum Persipra Jayapura, Benhur Tommi Mano (BTM) berharap perangkat pertandingan hingga PSSI harus lebih jeli melihat dan bertindak kalau ada teriakan provokatif ataupun kata-kata rasis dari sporter dalam sebuah pertandingan.

“Saya pikir kedua pemain saya tidak akan berbuat seperti itu kalau tidak ada sebab. Persipura selalu menjadi korban rasis disetiap kalau melakoni laga tandang,” kata BTM kepada Redaksi Topik, Jumat (087/03/19).

BTM menjelaskan bila didalam regulasi sudah jelas bahwa apabila ada terakan rasis dari penonton dalam sebuah pertandingan, pihak Panpel harus bertindak sesuai dengan prosedur.

“Ya, di regulasi sudah jelas tentang hal ini (teriakan rasis). Kan ada perangkat petandingan yang menilai pertandingan, harus catat dan melapor ke PSSI supaya ada sanksi. Kalau ada rasis kami (menejeman) akan segera  melapor,” ujarnya.

Di pertandingan yang disiarkan langsung oleh salah satu stasion televisi Nasional, Gunansar Mandowen tertangkap camera memperlihatkan gestur tubuh yang tidak pantas kepada para pendukung PSIS Semarang.

Bukan hanya Gunasar Mandowen tetapi sang kapten Persipura Jayapura Boaz Solossa pun melakukan hal yang sama. Namun perilaku kedua pemain tersebut pastinya ada sebab. Untuk itu, BTM memita kepada pihak Panitia Peyelenggara (Panpel) untuk melaporkan jalanya pertandingan sesuai dengan fakta di lapangan.

“Saya sangat menyesal dengan sikap Mandowen terhadap penonton. Persipura tim besar, tim juara. Seharusnya tidak boleh dilakukan, Persipura tim yang dihargai dan di hormati, tidak boleh lagi melakukan. Kita harus mengambil simpati penonton dengan permainan yang bermutu dan hebat serta enak ditonton. Bravo Persipura, Persipura juara,” Pungkas BTM. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here