Kapolda Papua saat Bertemu dengan keluarga korban penyerangan di Koya Barat / istimewa

Keerom, Topikpapua.com, –  Pasca Pengerusakan dan penganiayan yang di lakukan oleh sekelompok orang di daerah koya barat, Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengunjungi Lokasi kejadian dan menggelar diskusi bersama warga koya barat, Selasa (27/02/19) malam.

Hadir dalam pertemuan, Danrem Jayapura, Ketua Komnas HAM Papua, Kepala Distrik Muara Tami, Keluarga dan masyarakat sekitar.

“ Kasus ini telah diambil alih oleh Polda Papua,  saya mohon dukungan dan percayakan warga disini kepada Polda Papua, jangan ada gerakan tambahan untuk balas dendam karena masalah tersebut akan jauh lebih besar, “ Ungkap Kapolda Sormin di depan warga Koya Barat.

Kapolda Sormin juga mengingatkan warga untuk tetap menjaga harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama, “ Jangan sampai momen ini diambil oleh kepentingan yang lain, Buatlah siskamlimg untuk bersama-sama menjaga keamanan, “ beber nya.

Lanjut Sormin, Polri dan TNI siap hadir di tengah warga untuk menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, “ Kami hadir di sini untuk memastikan keamanan dan meyakinkan masyarakat di sini bahwa kalian tidak sendiri, ada kami dari Polri dan TNI, “ Ungkapnya.

Hal serupa juga di sampaikan oleh Danrem Jayapura, “saya harap Kepala Distrik dapat berkomunikasi dengan bhabinkamtibmas dan babinsa dalam pengamanan rumah ini, Jangan ada upaya balas dendam dari masyarakat di sini, Percayakan padi kami TNI Polri dan Pemerintah, “ imbuh Kolonel Inf J. Binsar P. Sianipar.

Sementara itu pasca kejadian penyerangan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua sudah mengamankan 8 orang yang diduga terlibat dalam tindak pengerusakan rumah warga di kawasan Koya Barat.

Delapan orang itu yakni inisial JUT, F, IJ, AR, AD, AJT, M dan AY, mereka diamankan dari wilayah Arso, Kabupaten Keerom, dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum.

Bersama 8 orang polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua buah senjata tajam (Samurai) dan 2 unit mobil yang digunakan untuk melakukan aksi penyerangan.

 “Ada 8 orang yang diperika penyidik saat ini, dan masih dimintai keterangannya. Dalam 24 jam kedepan kami akan memastikan status keterlibatan mereka termasuk peran masing-masing serta aktor intelektualnya,” terang Martuani seraya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan kasus ini ditangani kepolisian. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here