Dua terduga pelaku pembunuhan juragan emas diserahkan ke Kejari Jayapura/foto istimewa

Jayapura, Topikpapua.com, – Dua terduga pelaku pembunuhan juragan emas bernama Nasrudin alias Acik di kawasan Holtelkamp, yakni MM (23) dan VL (25) akhirnya diserahkan oleh Penyidik Satuan Reserse Kkriminal Polresta Jayapura Kota kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Jayapura guna proses lebih lanjut, Jumat (29/10/2021).

Selain kedua terduga pelaku, penyidik juga menyerahkan barang bukti yang diterima langsung oleh Kepala Kejari Jayapura Bambang Permadi didampingi Jaksa Rakhmat dan Melva Rian.

Dengan penyerahan pelaku beserta barang bukti, maka kasus pembunuhan juragan emas yang sempat viral di media sosial ini pun dinyatakan lengkap (P.21) atau tahap II.

“Penyerahan kedua tersangka berdasarkan surat hasil penelitian berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap / P.21 oleh pihak kejaksaan atau jaksa penuntut umum,” kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Gustav R Urbinas melalui Kasat Reskrim AKP Handry M. Bawiling saat dikonfirmasi di Jayapura, Papua.

Sementara Kajari Jayapura Bambang Permadi menegaskan pada intinya, dengan adanya ketetapan P.21 atau berkas dinyatakan lengkap oleh tim JPU dalam penanganan perkara perencanaan pembunuhan yang dilakukan oleh WNA yakni MM dan VL. Maka pihaknya menerima penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Penyerahan kedua tersangka kemudian dilakukan penelitian dan pemeriksaan sesuai SOP di Kejaksaan maka barang bukti yang ada mendukung perbuatan yang dilakukan oleh keduanya, dimana berdasarkan formulir pemeriksaan yang menjadi ketentuan bahwa benar telah terjadi suatu tindak pidana yang diawali dengan perencanaan dimana akhirnya terjadi kekerasan berupa pembunuhan,” kata Bambang.

Yang menjadi perhatian penting dalam kasus ini, sambung Bambang, bahwa seorang istri korban bersama pacarnya WNA telah merencanakan pembunuhan kurang lebih selama tiga bulan, lantaran tergiur dengan usaha sang suami yakni selaku pemilik toko emas.

“Karena bertemu dengan seorang pria warga Afganistan disitulah lalu timbul niat kedua pelaku untuk menguasai harta korban dengan merencanakan pembunuhan terhadap korban Nasaruddin alias Acik,” bebernya.

Selajutnya Kejari akan segera melimpahkan berkas kasus ini ke Pengadilan Negeri Jayapura. Atas perbuatan perencanaan pembunuhan ini, kedua pelaku oleh penyidik disangkakan Pasal 338 KUHP dan 340 KUHP tentang pembunuhan dan perencanaan pembunuhan yang ancaman hukumannya mulai dari 20 tahun penjara sampai dengan hukuman mati.

“Kalau memang didalam pembuktian itu jaksa dan hakim yakin bahwa hal tersebut terbukti. Kedua pelaku bisa dijerat Pasal 338 dan 340 KUHP,” tandas Bambang. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here