Berikut Hasil Investigasi TGPF Intan Jaya

0
Korban kekerasan KKB pada 17 september 2020 di Intan Jaya yang menewaskan Tukang ojek atas nama Badawi dan Babinsa Serka Dahlan (Gambar sengaja kami blur karena mengandung kesan sadisme) / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Teka-teki pelaku pembunuhan  Pendeta Yeremia Zanambani akhirnya terjawab. Hal itu menyusul hasil laporan kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Dari kesimpulan olah data selama dua pekan, TGPF menyimpulkan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat, meskipun ada kemungkinan dilakukan oleh pihak ketiga.

Terkait hasil Laporan TGPF yang telah diserahkan kepada Menko Polhukam, Rabu (21/10/20) pagi itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa mengatakan TNI tidak akan menutupi perilaku oknum aparat yang melanggar hukum.

Baca JugaIni Kesan Benny Mamoto Saat Memimpin TGPF di Intan Jaya

” TNI sangat menjunjung tinggi proses hukum sebagai tindak lanjut dari proses ini. Kami tidak akan menutupi perilaku anggota yang  jelas-jelas melanggar hukum, aturan dan perintah-perintah dinas, karena ini merupakan komitmen pimpinan TNI untuk menjadikan TNI sebagai institusi yang taat hukum,” kata Nyoman, Rabu (21/10/20) sore.

Lanjut Nyoman, proses hukum terhadap terduga oknum aparat mudah diikuti oleh semua pihak karena organisasi TNI/Polri sangat jelas. “Identitas personel, kesatuannya jelas, komandonya jelas bahkan bila dilaksanakan persidangan, juga jelas mekanismenya,” Beber Nyoman.

Perihal hasil kesimpulan TGPF lainnya terkait aksi anarkis KKB yang membunuh seorang warga sipil dan dua anggota TNI pada September 2020, juga kembali di pertanyakan Kapen Nyoman.

Baca JugaIni Kronologis Penembakan Rombongan TGPF Intan Jaya

Sebab, hingga saat ini siapa pelakunya belum diketahui pasti meskipun TGPF telah menyatakan bahwa pelakunya merupakan KKB. “Bila pelakunya KKB, Itu siapa..?, karena tidak jelas pelakunya, organisasinya dan lain-lain, “Tukasnya.

Lanjut Nyoman, belum lagi insiden  sesaat setelah penembakan TGPF pada 9 Oktober, dimana  KKB mengaku bertanggung sekaligus menolak keberadaan TGPF berikut hasilnya.

Meski demikian, Kapen Nyoman menambahkan semua pihak harus mendukung proses Pro Justitia yang dilakukan Pemerintah, demi kemanaan di tanah Papua.

Sebelumnya, Rabu (21/10/20) pagi, TGPF menyerahkan laporan terhadap hasil olah data yang dilakukan di Kabupaten Intan Jaya, terkait sejumlah rentetan kejadian pembunuhan warga sipil,  aparat keamanan dan  Pendeta Yeremia Zanambani, awal September silam, kepada Menko Polhukam, Mahfud MD.

Baca JugaRombongan TGPF Intan Jaya di Hadang KKB, 2 Orang Tertembak

Adapun  hasil kesimpulan yang di peroleh, bahwa :

Pembunuhan seorang warga sipil atas nama Badawi dan dua prajurit TNI, Serka Sahlan dan Pratu Dwi Akbar Utomo  diduga kuat dilakukan oleh KKB Papua.

Menyangkut hasil kesimpulan terbunuhnya Pendeta Yeremia Zanambani, diduga kuat melibatkan oknum aparat, meskipun ada kemungkinan dilakukan oleh pihak ketiga.

Atas hasil laporan  itu, pemerintah akan menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang berlaku, baik hukum pidana maupun hukum administrasi negara.

Sementara, terkait tindak pidana kekerasan dan atau pembunuhan, pemerintah meminta Polri dan Kejaksaan untuk menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu, dan untuk itu pemerintah meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk mengawal prosesnya lebih lanjut. (Redaksi Topik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here