Bentrok Warga di Sentani Kembali Pecah, Perempuan, Anak dan Lansia Mengungsi

0
Aparat brimob saat mencoba mengahalau massa yang mengamuk/ ist

Sentani, Topikpapua.com, – Bentrokan antar warga Kampung Kehiran dan Kampung Toware, Sentani, Kabupaten Jayapura kembali terjadi pada Senin (20/4/20) pagi.

Dua warga kampung itu terlibat saling serang dengan menggunakan panah dan tombak di perbatasan dua kampung tersebut. Sebagian besar diantara warga membawa atau menggunakan senjata tajam jenis parang dalam bentrokan ini.

Untuk membubarkan warga yang bentrok, aparat TNI/Polri terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Tembakan beruntun aparat ke udara itu tidak digubris oleh dua kelompok warga kampung tersebut.

Informasi yang diperoleh Redaksi Topik dari aparat keamanan di lokasi menyebutkan, bentrokan kali ini dipicu sebagai aksi balasan dari warga Kampung Toware yang marah karena rumah mereka dibakar oleh warga Kampung Kehiran pada Minggu (19/4/20) kemarin.

Satu Warga Meninggal, Perempuan dan anak-anak Mengungsi

Akibat bentrok warga ini di laporkan satu warga meninggal dunia akibat tersayat senjata tajam (parang) dan beberapa rumah warga ikut terbakar. Warga yang rumahnya terbakar saat ini memilih untuk mengungsi ke kerabat mereka.

“ iya ada satu warga yang meninggal dunia karena terkena parang , ada juga beberapa rumah yang terbakar dan mereka yang rumahnya terbakar saat ini mengungsi, “ Kata Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar saat dihubungi Redaksi Topik, Senin (20 /04/20).

Guna mencegah bentrokan tidak meluas, Kolonel Binsar mengaku telah menyekat semua jalur masuk dan keluar dari lokasi kejadian.

“ Sudah kami sekat semua jalur masuk dan keluar dari lokasi bentrok, kita juga kerahkan 1 SSK pasukan dari TNI dan 1 SSK dari polda papua, “Beber Binsar.

Kolonel Binsar juga mengatakan bila pihaknya dan polisi telah berusaha untuk memediasi kedua kubu yang bertikai, termasuk meminta kepada pemimpin kedua kampung yang bertikai untuk meredakan amarah warganya.

“ Kita tadi sudah minta agar ondoafinya segera bicara ke masyarakatnya masing-masing, baik yang di kehiran maupun yang di Toware,  Kalau masih ada yang bergerak lagi kita akan tindak tegas, saat ini proses mediasi kita ambil alih, “Tukasnya.

Sementara itu informasi yang diterima Redaksi Topik Warga korban bentrok yang kebanyakan perempuan dan anak-anak serta orang lanjut usia diungsikan keluar dari kedua kampung. Untuk warga Kampung Toware diungsikan ke GOR Toware dan warga Kampung Kehiran diungsikan keluar kampung.

Hinga kini situasi sudah bisa di kendalikan oleh aparat gabungan, Untuk mencegah bentrokan susulan, pasukan dari Yonif Raider 751/VJS dan Brimob Polda Papua disiagakan di sekitar lokasi kejadian.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal mengatakan bentrok antar warga di kampung kehiran I dengan kampung Toware pada hari Minggu, 19 April 2020 di picu akibat aksi pemukulan yang di lakukan oleh NT terhadap Ondoafi kampung Kehiran I.

“ Bentrok itu di picu karena NT melakukan pemukulan terhadap Bapak Ondoafi Kehiran I, Masyarakat Kahiran I yang tidak terima atas kejadian tersebut dan langsung menyerang warga Kampung Toware menggunakan alat tajam Parang, Panah dan lain – lain yang mengakibatkan Pelaku NT mengalami luka hantaman di bagian kepala sebelah kiri, “kata Kamal kepada Redaksi Topik, Minggu (19/04/20) malam.

Lanjut Kamal, Tak puas menganiaya NT, Masyarakat Kehiran I yang mendengar bahwa ondoafi mereka di pukul oleh massa dari Kampung Toware, selanjutnya menyerang dan membakar rumah warga di Kampung Toware.

“Laporan yang kami terima atas kejadian tersebut sebanyak delapan rumah warga terbakar dan sepuluh rumah lainnya rusak berat, “Kata Kombes Kamal. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here