Bentrok TNI VS Polri di Papua, Ini Komentar Kapolda dan Pangdam

3
Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih saat menyambut Jenasah anggota polisi korban bentrok antara TNI dan Polri di kabupaten mambarmo Raya / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  lima korban bentrokan antara anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya pada Minggu pagi, sore ini berhasil dievakuasi dari kasonaweja menuju Jayapura.

Kelima korban di evakuasi dengan dua kali penerbangan, Pada penerbangan pertama menggunakan pesawat caravan yang membawa dua korban luka, yakni Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien.

Pada penerbangan berikutnya dengan menggunakan helicopter milik TNI A-U membawa tiga korban tewas, yakni  Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias Dibangga, Briptu Alexander Ndun.

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab hadir langsung di lanud silas papare menjemput para korban.

Kepada Pers, Kapolda mengaku ada tiga anggotanya yang Meningal dunia dan dua terluka, satu diantaranya mengalami trauma berat secara psikologis.

“Hingga sore ini yang pasti ada 3 anggota saya yang meninggal dunia dan dua yang luka tembak, salah satunya saat ini mengalami taruma berat secara psikologi, “Kata Kapolda Paulus.

Atas kejadian ini Kapolda mengaku prihatin dan menyesalkan kejadian yang mengakibatkan tiga anggotanya meninggal dunia, “Prinsipnya bagi kami kejadian itu kita sesalkan, kami prihain dan sayangkan, tetapi semua sudah terjadi, namun proses harus tetap jalan, kita punya protap masing-masing. Yang penting langkah utama kita selamatkan dulu korban yang terluka dan menangani yang meninggal dunia, “Beber Irjen Paulus.

Kapolda juga mengaku saat ini pihaknya telah mengutus beberapa perwira tinggi Polda Papua menuju ke lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab kejadian, termasuk menenangkan para anggota polri yang berada di sana.

“Kita akan konsolidasi untuk menenangkan semua anggota kita, prajurit kita terutama para perwira yang pegang kendali di lapangan untuk bisa menenangkan semuanya, tidak keluar dari komando dan mereka yang memiliki senjata kita tarik sementara, kita amankan dulu agar tidak terjadi apa-apa, “Jelas Paulus.

Rencananya Senin pagi, Kapolda dan Pangdam akan terbang menuju Kasonaweja untuk melihat secara langsung situasi pasca bentrokan.

“Besok rencananya saya dengan pak Pangdam dan pak Bupati akan terbang ke lokasi di Kesonaweja untuk lakukan konsolidasi, karena disana sudah ada Pak danrem dan dua  Pejabat Polda, yang tadi siang sudah duluan kesana, “Katanya.

Sementara itu di tempat yang sama, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab mengaku pihaknya siap menindak tegas prajuritnya bila terbukti bersalah sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Atas peristiwa ini Kami dari TNI tidak akan diam, kami akan segera mengambil langkah, tim investigasi sudah turun, kemudian apa-apa yang sudah terjadi di lapangan karena ini miss komunikasi, tetapi bukan berarti selesai, tindakan hukum tetap berjalan untuk kita menegakkan sesuai dengan aturan yang berlaku, “Tukas Mayjen Herman.

Herman juga menyampaikan rasa belasungkawanya atas meninggalnya tiga angota Polri, “ Atas kejadian ini saya mewakili seluruh prajurit di Kodam XVII/Cenderawasih ikut berdukacita bagi sadara-saudara kita yang sudah mendahului dan bagi keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan, keiklasan dan kesabaran, “Pungkas Mayjen Herman.

Sebelumnya di beritakan bila terjadi bentrok antara anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya di Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya.

“Telah terjadi kesalahpahaman antara oknum anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya. Akibat kesalahpahaman tersebut 3 orang anggota Polri meninggal dunia, Yaitu  Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias, “Jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal Minggu (12/04/20) siang.  (Redaksi Topik)

3 KOMENTAR

  1. Masing-masing menggunakan egonya..ini akibat sistem rekrutmen dan didikan yg tidak benar di negri ini…di kasih senjata untuk menjaga dan melindungi rakyat tetapi disalahgunakan utk membunuh sesama aparat…heran…lihat dan dengar kejadian begini di daerah lain tetapi sekarang terjadi di tanah Papua…kalau itu dari Kostrad suruh pulang tinggalkan tanah Papua, kalian kesini bikin apa, siapa yg butuh kalian disini.. kasih hukuman mereka setimpal dengan perbuatan mereka yg menghilangkan nyawa orang lain…tembak mati juga anggota Kostrad itu supaya impas…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here