Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Muthofa Kamal / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Tiga hari Jelang hari pemungutan suara Pilkada serentak tahun 2020 di Papua, Mabes Polri mengirim 600 personil Brimob dari Resimen III untuk pengamanan di beberapa Kabupaten yang rawan konflik.

600 personil Brimob Polri dari Resimen III tersebut tiba di Papua dengan menggunakan pesawat Udara pada hari minggu 06 Desember 2020.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Muthofa Kamal, mengatakan dari 600 personil, 300 personil diantaranya digeser ke 3 Kabupaten.

Baca JugaRicuh Pilkada Boven Digoel, Polda Papua Kerahkan Ratusan Aparat

“100 personil di Kabupaten Nabire, 100 personil di Kabupaten Merauke dan 100 personil di Kabupaten Boven Digoel, nanti  sisanya yakni 300 personil akan di stand bai kan di Mapolda Papua, “Kata Kombes Kamal kepada Pers, minggu (06/12/20).

Menurut Kamal, Dari 11 Kabupaten di Papua yang menyelenggarakan Pilkada 2020, tiap Kabupaten mempunyai ancaman masing-masing.

“ Meskipun ada ancaman, tetapi kita harus yakin bahwa pelaksanaan Pilkada kali ini akan berjalan baik, aman dan damai yang merupakan tanggungjawab kita bersama. Saya juga mengimbau kepada anggota Polri di wilayah hukum Polda Papua, agar tetap bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada, “Ungkap Kombes Kamal.

Baca JugaBoven Digoel Membara, Rumah Calon Bupati Dibakar, 1 Polisi Kena Panah

Kamal berpesan kepada semua personil polri yang ditugaskan dalam pengamanan pesta demokrasi tahun ini tidak ‘bermain’ politik atau mendukung salah satu calon yang berkontestan.

“ Saya ingatkan.., Kita sebagai aparat keamanan berkewajiban untuk menjaga situasi aman dan kondusif. Jika kita tidak netral maka nanti akan berdampak negatif pada situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing, “Tegas Kamal.

Dijelaskan Kamal bila ada sanksi tegas yang menanti bila terbukti ada anggota polri yang tidak netral saat pelaksanaan pilkada di Papua.

Baca JugaSituasi Boven Digoel Memanas, Ini Pesan Kapolda Papua Kepada Warga

“Jika dalam pengamanan ada anggota Polri yang terbukti tidak netral akan diberikan sanksi sesuai dengan PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri dan Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri, “Bebernya.

Kamal juga menghimba kepada semua personil polri yang mengawal pengamanan saat pilkada di papua agar mengedepankan tindakan humanis bila menemui konflik.

“Intinya Situasi aman dan kondusif merupakan tanggungjawab kita bersama, pilihan boleh beda tetapi tetap menjaga persatuan dan kesatuan, “Pungkas Kombes Kamal. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here