Alumni SLB Negeri 1 Jayapura Meninggal di Ruang Kelas  

oleh
Polisi saat evakuasi jenazah Ida Bagus Vikih Kurnia di SLB Negeri 1 Jayapura/foto ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Seorang pria bernama Ida Bagus Vikih Kurnia (24), warga Resimen Hamadi, dikabarkan meninggal mendadak  di ruang kelas Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Jayapura, yang berlokasi di Jalan Raya Abepura, Kelurahan Vim, Distrik Abepura, Kamis (10/3/2022) sekira pukul 12.40 WIT.

Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, korban meninggal saat berkunjung ke sekolahnya.

“Jadi, korban ini adalah alumni SLB Negeri 1 Jayapura. Dan menurut keterangan pihak sekolah bahwa dia memang sering datang ke sana (sekolah),” ujar Lintong.

Pihak Polsek Abepura usai menerima laporan tersebut langsung bergegas mendatangi sekolah dan melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan saksi di tempat kejadian.

“Menurut keterangan saksi yang merupakan guru di lokasi kejadian, korban awalnya terlihat berjalan kaki di depan area kelas menuju ke salah satu bangku, selanjutnya dirinya sempat duduk sejenak,” kata Lintong.

Lintong melanjutkan, selang beberapa menit kemudian saksi lainnya melihat korban jatuh tersungkur di lantai. Selanjutnya saksi tersebut mendekati korban, lalu memanggil beberapa guru yang berada di TKP untuk membantu korban.

“Kepala sekolah yang melihat kejadian itu langsung menghubungi Kepala Puskesmas Kotaraja untuk meminta bantuan dan menghubungi pihak kepolisian. Dokter Jaga Puskesmas Kotaraja dr. Altisa Warni Samara dan dr. Eklecia K. Imayfri mendatangi sekolah guna mengecek kondisi Korban, namun korban telah meninggal dunia,”terangnya.

Jenazah Ida Bagus kemudian di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja untuk dilakukan visum et repertum (visum Luar). Pihak sekolah juga telah menghubungi orang tua korban atas kejadian tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan melalui visum luar oleh pihak Rs Bhayangkara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan diduga korban meninggal dunia karena sakit,” beber Lintong.

Lintong menegaskan bahwa ppihak keluarga telah menerima kematian korban dikarenakan sakit. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi mayat yang dipekuat dengan membuat surat pernyataan.

“Saat ini jenazah korban masih di rumah sakit, menunggu untuk diambil dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” pungkasnya. (Redaksi Topik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.