Ada 38.874 Jiwa di Papua yang Terinfeksi HIV/AIDS, Ini Penyebab nya..

0
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Alosyus Giyai

Jayapura, Topikpapua.com, – Hingga tanggal 30 September 2018 kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua mencapai angka 38.874 jiwa. Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan provinsi Papua, dr. Alosyus Giyai kepada redaksi Topik, Minggu (02/12/18).

Menurut Giyai dari angka tersebut kasus HIV sebanyak 14.581 jiwa sedangkan untuk kasus AIDS mencapai angka 24.293.

“ jadi dari total angka 38.874 itu yang terinfeksi HIV mencapai angka 14.581 jiwa, sedangkan untuk kasus AIDS lebih banyak yakni mencapai angka 24.293, “ jelas Giyai.

Lanjut nya, bila di hitung dari jumlah penderita, kabupaten Nabire menjadi kabupaten yang paling tinggi jumlah penderitanya, disusul kota jayapura.

“ Kalau dari jumlah penderita antar kabupaten, Nabire masih yang terbanyak, berdasarkan data kami di Nabire penderita HIV/AIDS mencapai angka 7.240 jiwa, sedangkan terbanyak kedua adalah kota jayapura sebanyak 6.189 jiwa, “ ungkap nya.

Sementara itu dari jenis kelamin, perempuan masih mendominasi, dengan angka 20.314 jiwa di banding pria dengan angka 18.463 jiwa.

Menurut  Aloysius Giyai meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di papua di sebabkan karena pihak Dinkes mampu menggalakkan promosi kesehatan kepada masyarakat papua untuk melakukan tes sukarela.

“ jadi jumlah penderita HIV/AIDS di papua ini meningkat karena kami dari Dinkes terus menggalakkan promosi kesehatan kepada masyarakat untuk memeriksa darah, sehingga angka bisa meningkat, kalau tidak ada yang periksakan darah nya pasti angka lebih rendah karena tidak ketahuan, “ jelas Giyai.

Faktor lainnya yang sebebkan penyebaran virus mematikan ini tak terbendung adalah pelayanan di kabupaten – kabupaten belum maksimal hingga ke pelosok, sehingga informasi terkait bahaya HIV/AIDS ini belum sampai ke saudara-saudara kita di pelosok.

“ Memang itu masih menjadi masalah kami untuk terus meningkatkan sosialisasi khususnya ke daerah pelosok di papua, selain itu factor pola hidup masyarakat yang masih suka miras juga bisa menjadi salah satu penyebab cepat nya virus ini menyebar, “ kata Alosyus.

Alosius meminta kepada seluruh elemen masyarakat di tanah Papua untuk ikut peduli dengan bahaya HIV/AIDS di Papua. Menurut nya berbagai persoalan terkait tinggi nya angka HIV/AIDS di papua yang tiap tahun meningkat bukan saja tanggung jawab Dinas Kesehatan, Tapi juga tanggung jawab semua orang yang ada di Papua.

“ Persoalan HIV/Aids ini bukan saja tangung jawab kami di Dinkes, tapi peran dinas social, dinas tenaga kerja, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh-tokoh lainnya juga di pelukan untuk sama-sama bertanggung jawab menurunkan angka HIV/AIDS di Papua, “Pungkas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (Nug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here