9 dari 16 Jenazah Korban Pembunuhan KKSB di Nduga Positif Karyawan PT Istaka Karya

0
Proses Evakuasi Korban Kekejaman KKSB Pimpinan Egianus Kogoya / istimewa

Jayapura,Topikpapua.com, – Sembilan dari enam belas Jenazah yang di temukan di Puncak Tabo, distrik Yigi, Kabupaten Nduga oleh Tim gabungan TNI-Polri dipastikan adalah karyawan PT Istaka Karya.

 Kepastian tersebut setelah tim forensik dari kepolisian dan FK Uncen melakukan identifikasi terhadap 9 jenasah yang pada kamis (06/12/18) pagi  sudah berhasil di evakuasi ke Timika.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cendrawasih, Kolonel Inf. Muhamad Aidi mengungkapkan sudah ada 9 orang korban meninggal dunia berhasil dikenali identitasnya dan dipastikan seluruhnya karyawan PT. Istaka Karya.

“Jadi data yang kita terima ada 28 karyawan PT Istaka Karya yang bekerja untuk pembangkangan jembatan di Kali Yigi. Ada 7 orang selamat, 9 dipastikan meninggal dunia, 10 orang belum teridentifikasi dan 2 orang masih belum ditemukan,” katanya.

Aidi menambahkan, 9 korban meninggal dunia merupakan karyawan PT Istaka Karya yang bekerja dalam pembangunan Trans Papua, yang kemudian dibunuh oleh kelompok Seperatis pimpinan Egianus Kogoya.

Proses Evakuasi Korban Kekejaman KKSB Pimpinan Egianus Kogoya / istimewa

Berikut 9 Nama Korban Meninggal Dunia Yang Teridentifikasi ;

1. Agustinus (Karyawan PT Astika Karya)

2. K jepry simaremare (Karyawan PT Astika Karya)

3. Carly Fatrini (Karyawan PT Astika Karya)

4. Alpianus M (Karyawan PT Astika Karya)

5.  Muhamad Agus (Karyawan PT Astika Karya)

6. Fais Syaputra (Karyawan PT Astika Karya)

7.  Yosafat (Karyawan PT Astika Karya)

8. Aris Usi  (Karyawan PT Astika Karya)

9. Yusron  (Karyawan PT Astika Karya)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, kondisi jenazah secara fisik dari wajahnya masih bisa dikenali. Hanya saja perlu dilakukan pendataan terhadap identitas mereka.

Lanjut Kamal, para korban kebanyakan mendapat luka tembakdan luka bacok disekujur tubuhnya. Hanya saja kondisi mereka masih bisa dikenali secara utuh.

“Tim forensik tentunya perlu mengidentifikasi para korban. Data yang diperoleh, tentu harus dicocokkan dengan korban. Kini mereka dalam proses identifikasi identitasnya. Kebanyakan luka mereka alami, luka tembak dan bacok di tubuhnya,” Jelas Kamal jumat (07/12/18).

Kamal menambahkan kemungkinan masih ada korban lainnya yang belum ditemukan di Puncak Kabo, sehingga anggota masih terus berupaya mencari kemungkinan-kemungkinan masih ada korban yang belum ditemukan.

“Ya. . Kita terus berupaya untuk melalukan pencarian terhadap korban. Disamping itu tim juga melakukan pengejaran terhadap pelakunya,” Pungkas Kombes Kamal. (Nug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here