Polda Papua: Dalam 6 Bulan Terakhir 35 Orang Tewas Akibat Aksi Kekerasan KKB di Yahukimo
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 23 Okt 2025
- visibility 473
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua com, – Kepolisian Daerah Papua mengungkapkan fakta kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan sebanyak 34 orang meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang 95 persen pelakunya diduga kuat adalah ulah dari KKB.
” Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat 17 kejadian menonjol yang terjadi di wilayah hukum Polres Yahukimo dalam kurun waktu enam bulan terakhir dan dari Insiden-insiden tersebut mengakibatkan 34 korban meninggal dunia,” ungkap Kombes Cahyo, Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, dari total 34 korban jiwa teraebut terdiri dari 2 aparat keamanan dan 32 warga sipil,” Selain itu terdapat juga puluhan korban terluka akibat gangguan keamanan yang terjadi di wilayah Yahukimo,” ujar Kombes Cahyo
Ia menambahkan, sekitar 95 persen dari seluruh kejadian tersebut diduga kuat dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beserta simpatisannya.
“Dalam hal pengungkapan dan penegakan hukum, sebanyak 10 orang tersangka telah diproses oleh kepolisian,” jelasnya.
Menyikapi tingginya angka kejadian dan banyaknya korban jiwa, Polda Papua mengambil langkah konstruktif dengan melaksanakan Anev sebagai bentuk tanggung jawab dan respon terhadap situasi keamanan di Yahukimo.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menentukan langkah-langkah konkret serta menindaklanjuti setiap gangguan keamanan yang terjadi di wilayah tersebut,” tegas Kombes Cahyo.
Lebih lanjut, Kabid Humas juga menjelaskan bahwa Kabupaten Yahukimo memiliki kondisi geografis yang kompleks, dengan luas wilayah mencapai 17.152 kilometer persegi, terdiri atas 51 distrik, 517 desa, dan 1 kampung dengan jumlah penduduk sekitar 455.000 jiwa.
“Dari seluruh wilayah tersebut, hanya dua distrik Dekai dan Kurima yang dapat dijangkau melalui transportasi darat, sedangkan selebihnya hanya bisa ditempuh melalui jalur udara. Wilayah ini hanya dilayani oleh satu Polres dan dua Polsek,” tambahnya.
Kombes Cahyo juga menegaskan bahwa pelaksanaan Anev ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai anatomi kejahatan (anatomy of crime) serta modus operandi dari gangguan kamtibmas di Yahukimo.
“Dengan hasil evaluasi ini, diharapkan Polres Yahukimo dan Polda Papua dapat menentukan cara bertindak yang konperensif dalam menegakkan hukum serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pengungkapan fakta tersebut disampaikan dalam kegiatan analisa dan evaluasi (Anev) terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Yahukimo selama enam bulan terakhir pada hari Kamis (23/10/2025).
Kegiatan berlangsung di Aula Cenderawasih Polda Papua dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh para PJU Polda Papua, Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. Kasat Reskrim , Kasat Intel, serta serta perwakilan dari Operasi Damai Cartenz dan personel fungsi operasional. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


