Konflik Usai, 300 Lebih Pengungsi Kembali ke Distrik Serambakon

oleh

Oksibil, Topikpapua.com, – Pasca Penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata Kodab 35 Bintang Timur di Distrik Serambakon Kabupaten Pegunungan Bintang beberapa waktu lalu sebagian masyarakat dari beberapa kampung di Wilayah Distrik Serambakon yang mengungsi telah kembali ke rumah masing – masing Senin (16/10/2023).

Wakil Bupati Kabupaten pegunungan Bintang Kris Bakweng Uropmabin mewakili pemerintah daerah bersama TNI/POLRI dan Forkompimda memfasilitasi masyarakat dari beberapa Kampung yang mengungsi agar kembali kerumah sekaligus memberikan bantuan bahan makanan.

” Saya sekali lagi mengucapkan terimakasih kepada TNI/POLRI serta elemen terkait yang sudah bersama – sama mengamankan kegiatan kepulangan masyarakat dari Distrik Serambakon, Harapan kami, kedepan situasi kamtibmas di Kabupaten Pegunungan Bintang pada umumnya tetap aman dan kondusif,” ungkap Kris Bakweng, Senin (16/10/2023)

Wakapolres Pegunungan Bintang, Kompol Micha Toding berharap kepada pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang untuk memfasilitasi tempat / Pos Keamanan,” Kepada masyarakat Distrik Serambakon silakan kembali kerumah masing – masing dan beraktifitas seperti biasa kami dari TNI/POLRI siap membantu terkait Keamanan. Saya mewakili dari TNI/POLRI sekali lagi memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila ada tindakan, Perbuatan dan kata – kata yang tidak berkenan saya memohon maaf, yang intinya kami hadir guna menciptakan situasi keamanan tetap Kondusif khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang,”Ujar Kompol Micha Toding

Sebelumnua diketahui bahwa, KKB kodap 35 Bintang Timur, pimpinan Ananias Ati Minin melakukan aksi kekerasan di kabupaten Pegunungan Bintang ssejakSenin, 18 September 2023, dimana mereka (KKB) menghadang dan menembaki patroli Ops Damai Cartenz di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon. Penyerangan itu menyebabkan seorang anggota polisi dari Satbrimob Polda Sulawesi Utara, BKO Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2023, Briptu Rudi Agung Ashari gugur tertembak.

Usai melakukan aksi tersebut, kelompok yamg sama lalu membakar pasar dan sejumlah kios serta merekamnya dan membagikannya di media sosial. Tak sampai disitu pada hari yang sama sekitar pykul 19.00 Wit, mereka kembali menembak dua warga sipil yang sedang memasak, akibatnya dua warga atas nama Regina Bitdana (50) mengalami luka tembak diatas pergelangan kaki sebelah kiri, sedangkan Jonas Kalakmabin (35) mengalami luka tembak pada mata kaki sebelah Kiri.

Keesokan harinya, Selasa (19/9/2023) pagi, Mereka kembali menebar teror dengan menghadang seorang anggota Satpol PP atas nama Simon Petrus Sroyer (35). Selain menembak korban di bagian telingan kanan, korban juga ditusuk di bagian perut kiri. (Redaksi Topik)

No More Posts Available.

No more pages to load.