Isu Penculikan Anak di Distrik Airu, Seorang Sopir Truk Tewas Ditikam
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 6 Mar 2023
- visibility 37
- comment 0 komentar

Kapolres Jayapura AKBP Frederickus W.A Maclarimboen/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Akibat termakan isu penculikan anak, seorang supir lajuran Jayapura – Wamena tewas usai dikeroyok dan ditikam sejumlah warga di Kampung Meteor, Distrik Airu, Kabupaten Jayapura, Senin (6/3/2023).
Saat dikonfirmasi, Kapolres Jayapura AKBP Frederickus W.A Maclarimboen membenarkan peristiwa tersebut. Frederickus juga mengaku membentuk tim khusus guna mengungkap kasus yang menyebabkan kematian sopir tersebut.
Ia menerangkan kejadian itu berawal ketika korban dan 4 rekan sopir menggunakan 4 unit truk, yang berangkat dari Kabupaten Jayawijaya menuju Kabupaten Jayapura.
Namun ketika tiba di Kampung Malili, kelima sopir itu dipalang oleh warga setempat untuk pemeriksaan terkait isu penculikan anak.
“Nah, ketika dilakukan pemeriksaan, tiba-tiba 1 unit mobil triton dan 2 unit motor datang ke TKP pemalangan dan langsung melakukan pengrusakan terhadap truk yang dipalang oleh masyarakat,” ungkapnya.
Kelima sopir tersebut lalu berpencar dan melarikan diri ke hutan-hutan untuk menyelamatkan diri, karena melihat masyarakat semakin brutal merusak kendaraan mereka.
Sayangnya, sambung Frederickus, korban H yang saat itu ingin meminta pertolongan di salah satu camp PT. Yasa yang jaraknya sekitar 30 meter dari lokasi pemalangan malah mendapat penganiayaan menggunakan kayu dari pelaku YW (57) yang merupakan security camp PT Yasa dan DA yang sudah termakan informasi hoax tentang penculikan anak.
“Setelah pengeroyokan terhadap korban, pelaku YK (21) lalu membawa lorban menuju Jembatan Meteor yang berjarak sekitar 500 meter dari camp PT Yasa dikuti pelaku YW, SP dan DA,” bebernya.
Saat di Jembatan Meteor, pelaku YK membanting korban di tengah jembatan dan menikam korban dengan pisau badik sebanyak 2 kali di bagian dada.
“Ketika YK mengeksekusi korban, pelaku SP (21) dan pelaku DA bertugas memantau situasi dan memberikan penerangan menggunakan senter,” bebernya.
Para pelaku langsung membuang korban dan badik ke Sungai Mamberamo. Mereka kebingungan karena melihat korban berlumuran darah, sehingga mencoba menghilangkan jejak.
“Setelah mendapatkan Informasi, Timsus Polres Jayapura bergerak ke Airu untuk melakukan pencarian ke empat supir truk. Keempatnya berhasil ditemukan oleh petugas dalam kondisi selamat,”kata Frederickus.
Tak berapa lama kemudian dari informasi yang didapatkan, Timsus Polres Jayapura berhasil meringkus para pelaku yakni SP (21), DA (28), YW (57) di Distrik Airu, Kabupaten Jayapura. Sedangkan YK (21) diringkus saat sudah berada di Sentani.
“Untuk pelaku DA (28) yang sebelumnya buron, sudah kami tangkap dan sementara diamankan di Pos Pol Airu, sedangkan para pelaku lain sudah mendekam di sel tahanan Polres Jayapura guna menjalani proses hukum. Sementara korban H hingga sekarang masih dilakukan pencarian oleh tim Polres Jayapura dan Basarnas Jayapura dibantu masyarakat sekitar,” tandasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


