Danlantamal X Jayapura Sebut Penggunaan Senpi bagi Anggota TNI AL Sangat Ketat
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 20 Okt 2022
- visibility 90
- comment 0 komentar

Danlantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Fery Marpaung/all
Jayapura, Topikpapua.com, – Senjata diketahui merupakan salah satu super item control yang penggunaanya haruslah diawasi secara ketat dan melekat. Sebab itu, para pengguna senjata api di lingkup TNI AL khususnya Lantamal X Jayapura haruslah dinilai cakap dan layak dalam memegang senjata api.
Danlantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Feryanto Marpaung menegaskan, untuk mengetahui layak dan tidaknya seorang prajurit dalam memegang senjata api harus melalui tahapan yaitu tes psikologi secara berkala. Apalagi membawa senjata api saat di luar kedinasan, sebut dia, tidak sembarangan.
“Jadi penggunaan dan pembawaan senjata di lingkungan Lantamal X Jayapura ini sangat ketat. Hal pertama yang wajib dilakukan personel yang diizinkan membawa senjata itu tentu mereka sudah melalui tes psikologi. Kemudian juga harus melalui security clearance (SC) atau izin keamanan,” kata Fery kepada wartawan, Kamis (20/10/2022).
Lanjut Fery, pihaknya juga tidak sembarangan mempersenjatakan personelnya.
“Nah, karena senjata yang digunakan pelaku HS itu kan bukan organik Lantamal, sehingga kalau peristiwa ini tidak terjadi, kita juga tidak tahu bahwa yang bersangkutan memiliki senjata,” paparnya.
Ke depannya Danlantamal memastikan bahwa tidak ada senjata organik yang ‘berkeliaran’ secara bebas dibawa anggotanya tanpa mengantongi Surat Izin Senjata dari pimpinan.
“Kita pastikan itu, tidak akan ada,” tandasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya insiden penembakan warga sipil yang diduga melibatkan oknum TNI AL inisial HS yang bertugas di Lantamal X Jayapura terjadi di Kompleks Perumahan Permata Indah Tanah Hitam, Abepura, Rabu (19/10/2022) sore.
Korban berinisial TM yang bekerja di Bina Marga merenggang nyawa di lokasi kejadian setelah tertembus timah panas pistol revolver colt milik pelaku berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu).
Usai menembak korban, pelaku kemudian mencoba menembak dirinya menggunakan senjata yang sama. Pelaku sempat dilarikan kw RS Bhayangkara Jayapura, dan mendapatkan perawatan. Namun, takdir berkehendak lain, pelaku menghembuskan napas terakhirnya Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIT. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


