Sudah 10 Bulan Warga Distrik Suru-Suru Yahukimo Mengungsi ke Hutan, Ini Penyebabnya
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 12 Okt 2022
- visibility 53
- comment 0 komentar

Tampak Distrik Suru-suru/ist
Yahukimo, Topikpapua.com, – Prajurit Bataliyon R 600/Modang terkejut Distrik Suru-suru, Kabupaten Yahukimo, sepi tak berpenghuni sejak 10 bulan lalu. Kabarnys, penyebab kosongnya distrik tersebut diduga karena adanya teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Danyonif R 600/Modang Letkol Inf Hanif Arridho, mengungkapkan ia bersama prajurit kemarin telah berhasil mendarat di Distrik Suru-suru, untuk mengecek lokasi. Hal itu dilakukannya pasca adanya pemberitaan dari Bupati Yahukimo bahwa warga di daerah tersebut mengungsi pasca teror yang dilakukan kelompok KKB pada November 2022 lalu.
“Sejak Juni 2022 kami bertugas di Papua, kami langsung konsen dengan kondisi Suru-suru. Kenapa seperti itu, karena adanya pemberitaan di media-media termasuk pernyataan kepala daerah setempat, yang mengatakan daerah tersebut ditinggal warganya akibat adanya gangguan dari KKB. Nah baru kemarin kami bisa mendarat. Disana kami kaget karena pemberitaan itu benar dan kini tak ada satu orang pun warga disana,” ungkapnya, Rabu (12/10/2022).
Hanif menjelaskan Bupati Yahukimo menyampaikan sebelumnya, pasca adanya teror-teror dari kelompok KKB daerah tersebut telah ditinggal warganya dengan memasuki ke dalam hutan yang lebih jauh.
“Sebenarnya kami melihat pemerintah daerah terebut telah berupaya dengan maksimal untuk meminta warganya kembali mendiami rumah mereka masing-masing. Namun kenyataannya warga masih takut. Nah disini kami datang dengan membawa prajurit untuk memberikan rasa aman yang nyata kepada warga setempat,” tutur Hanif.
Pengecekan lokasi menggunakan 2 unit Helicopter yaitu Heli Caracal TNI AU dan Heli Bell 412 TNI AD, ia memimpin prajuritnya untuk memperkuat Personil Kodim 1715 memperkuat pengamanan disana.
“Kunjungan ini dimaksudkan untuk meyakinkan warga bahwa Suru-suru aman dan agar tidak takut untuk kembali ke rumah masing-masing. Mari kita isi kembali daerah ini dan beraktivitas lagi. Jangan takut. Kami berikan rasa aman. Hidup di hutan hanya membuat kita semakin terpuruk. Apalagi anak-anak, mereka butuh pendidikan, kesehatan dan bermain,” terang Hanif.
Sementara Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf J. V. Tethool menjelaskan pasca insiden teror di sana, warga berbondong-bondong meninggalkan perkampungan karena memiliki rasa takut.
“Dari hasil analisa kami, ada teror dari kelompok KKB dan politik disana. Kenapa ada politik, lantaran kelompok ini kami deteksi di tunggangi elit-elit politik yang tak menyukai kepala daerah disana. Hanya saja yang jadi korban masyarakatnya,” ungkap Dandim.
Menurut Dandim, warga setempat masih berada di wilayah tersebut. Hanya saja warga Suru-Suru tidak lagi mendiami kampung yang mereka bangun, melainkan memilih tinggal ke dalam hutan.
“Pemda setempat bersama TNI kerab berupaya mengajak mereka kembali hidup seperti biasa di kampung mereka. Hanya saja isu-isu teror sangat kencang mempertaruhi warga disana, sehingga muncul rasa ketakutan berlebihan,” ujarnya.
Dirinya pun meminta agar warga yang mengungsi segera kembali ke perkampungan. Apalagi pelayanan kesehatan dan pendidikan serta asupan makanan sangat diperlukan bagi anak-anak mereka.
“Sebelumnya ada informasi di media warga suru-suru kelaparan di dalam hutan. Nah ini tidak boleh terjadi. Walau informasi ini belum ada faktanya. Tapi tak boleh terjadi. Saya sudah berkoordinasi dengan Pemda setempat, mereka siap memberikan bahan pokok, selimut dan pelayanan kesehatan. Jadi mari kembali. Kami juga akan memberikan rasa aman,” ujarnya.
Diketahui aksi teror di Distrik Suru-Suru terakhir kali mengakibatkan prajurit TNI gugur, yakni November 2021 lalu. Prajurit TNI atas nama Sertu Ari Baskoro gugur ditembak KKB. Kemudian Desember 2021, 1 Prajurit TNI atas nama Serda putra Rahardi kembali gugur, sedangkan Praka Suheri mengalami luka tembak atas ulah KKB. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


