Siapkan Lahan 5 Hektar, Korem 172 Ingin Wujudkan Ketahanan Pangan di Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 8 Okt 2022
- visibility 61
- comment 1 komentar

Penyemaian bibit oleh, Babinsa dan Poktan/ist
Keerom, Topikpapua.com, – Korem 172/PWY bersama Kelompok Tani (Poktan) Karya Makmur menyiapkan lahan sawah seluas 5 hektar yang berada di Kampung Intaimeliyan, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua. Penyiapan lahan tersebut guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional di Indonesia, khususnya di Papua.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Bidang Wanwil Korem172/PWY Mayor Cpl Saroy mengatakan, dilahan tersebut telah dilakukan penyemaian benih padi oleh Poktan Karya Makmur, penyuluh pertanian serta para Babinsa Koramil 1701-23/Skanto.
“Kegiatan ini merupakan perwujudan dari Program Unggulan Ketahanan Pangan Korem 172/PWY sesuai arahan Pimpinan TNI AD dalam rangka mendukung ketersediaan dan meningkatkan produksi pangan bagi masyarakat,” katanya disela-sela kegiatan penyemaian benih, Sabtu (9/10/2022).
Saroy menjelaskan, saat ini ada dua produk unggulan yang tengah dikembangkan Korem 172/PWY bersama Kelompok Tani yaitu cabai dan padi.
“Untuk padi, di tempat ini kami bersama dengan Poktan Karya Makmur, di mana kehadiran kami untuk mendampingi dan memberikan bantuan pupuk serta bibit. Saat ini juga kita telah melaksanakan penyemaian benih padi yang nantinya akan dilaksanakan penanaman padi secara bersama-sama,” bebernya.
Setiap hari Babinsa bersama penyuluh hadir untuk memberikan motivasi kepada petani untuk membantu memberikan solusi atas kesulitan ataupun kendala-kendala teknis di lapangan.
“Jadi kalau ada kendala, ya kita bisa atasi bersama supaya program ini dapat berjalan sampai dengan proses penanaman dan panen,” sebut Saroy.
Sementara itu, Penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, Salomina Koibur, menyampaikan terima kasih kepada Korem 172/PWY yang telah membantu para petani di Kampung Intaimeliyan.
“Walaupun petani kami memiliki hambatan dan rintangan tetapi dengan pendampingan yang terus dilakukan dari TNI, para petani kami tetap giat menekuni bidang pertanian yang mereka jalankan dan diharapkan berimbas pada peningkatan taraf hidup keluarganya,” ujarnya.
Ditambahkan Ketua Kelompok Tani Karya Makmur, Suratno, kehadiran TNI dari Korem 172/PWY bersama Babinsanya telah memberikan semangat bagi para petani, terlebih lagi memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk.
“Saat ini kita mengadakan penyemaian benih dan nanti sekitar tanggal 22 sampai dengan 25 Oktober siap ditanam,” tuturnya.
Untuk endala yang dihadapi saat ini oleh para Petani Padi, timpal Suratno, yaitu terkait harga pupuk dan obat hama.
“Ini adalah masalah yang sering terjadi, kesulitan petani khususnya padi adalah pupuk dan obat hama. Pupuk yang subsidinya sudah dicabut sebagian masih tergolong mahal dan mendapatkannya juga sulit. Kemudian harga obat hama yang selalu naik,” ungkapnya.
Pihaknya berharap kendala utama ini menjadi perhatian dari seluruh instansi terkait sehingga program pemerintah terkait ketahanan pangan dapat terwujud.
“Pada tahun 2021 kemarin kita dapat menanam 3 kali dalam setahun, kita rutin sampai dengan tahun ini tetapi selalu terkendala masalah pengadaan pupuk dan harga obat hama mahal, sekalipun kita bisa berjalan tetapi kita merasa kesulitan. Sedangkan dari 5 hektar lahan padi ini bisa menghasilkan rata-rata 5 sampai 6 ton perhektarnya”.
“Untuk itu kami kembali berterima kasih kepada Korem 172/PWY atas bantuan pupuk ini,” kata Suratno seraya berterima kasih kepada Bupati Keerom yang telah memberikan bantuan berupa 90 batang pipa air untuk digunakan dalam mengairi lahan persawahan.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring mengajak seluruh pihak membantu para petani untuk mengembangkan komoditi pertanian di setiap daerah di Papua, guna mendukung program ketahanan pangan ini.
“Melalui kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan dapat membantu kelompok tani untuk bertani secara mandiri dan berkelanjutan. Kita ketahui bersama Papua ini memiliki potensi pangan yang dapat dikembangkan sebab Papua memiliki tanah yang subur. Tinggal kita yang harus olah dengan baik, tentunya hal ini untuk Papua yang semakin sejahtera di masa depan,” tandas JO Sembiring. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


