Akibat Embun Beku, 548 Warga Lanny Jaya Terdampak Kekeringan
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 3 Agu 2022
- visibility 49
- comment 0 komentar

Musibah kekeringan yang melanda Lanny Jaya akibat embun beku/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Sebanyak 548 warga Distrik Kuyawage, Lanny Jaya, Papua, dilaporkan terkena dampak musibah kekeringan sejak awal Juni 2022. Dari musibah itu, tiga warga dilaporkan meninggal dunia, dan satu orang kritis.
Kapolres Lanny Jaya AKBP Umar Nasatekay membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan, ada tiga kampung yang terdampak musibah kekeringan yaitu Kuyawage, Luarem, dan Yugunomba.
“Tapi sudah teratasi karena bantuan dari Kementerian Sosial sudah berhasil didistribusikan ke lokasi kemarin (Senin),” katanya Selasa (2/8/2022).
Terkait tiga warga Kuyawage yang meninggal dunia, Umar menjelaskan, bahwa dari tiga korban itu, dua diantara sudah mengalami sakit sebelum terjadinya embun beku, namun kondisinya semakin parah menyusul musibah kekeringan.
“Dari laporan yang kami terima kalau satu anak meninggal karena diare, kalau yang dua orang dewasa memang sudah sakit dan makin parah saat musibah kekeringan,” aku Umar.
Sebelumnya berdasarkan Laporan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Papua, pada 1 Juli 2022 telah terjadi embut beku dan kemarau di wilayah Lanny Jaya yakni di kampung Kuyawage, Kampung Luarem, dan Jugu Nomba. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat di kampung tersebut mengalami kelaparan karena hasil bercocom tanam mengalami gagal panen.
BMKG telah melakukan press conference tentang awal musim kemarau pada bulan Maret 2022 dan sesuai prakiraan BMKG awal musim kemarau di Wilayah Kabupaten Lanny Jaya terjadi pada Juni Dasarian 1 dengan puncak musim kemarau juga terjadi pada bulan Juni.
Pada Musim kemarau potensi pembentukan awan cenderung tidak signifikan sehingga intensitas hujan juga mengalami penurunan. Selain itu tidak adanya tutupan awan di sekitar wilayah Lanny Jaya mengakibatkan panas yang di terima dapat langsung di pantulkan kembali keluar bumi, hal ini menyebabkan suhu di permukaan bumi menjadi mengalami penurunan dan titik- titik air di permukaan mengalami pembekuan.
Tutupan awan yang tidak signifikan juga memberikan pengaruh terhadap besar penguapan di muka bumi. Tumbuhan akan mengalami dehidrasi dan mati karena kehilangan asupan air.
Berdasarkan analisis hujan dasarian III Juni hiingga dasarian I Juli wilayah Lanny Jaya termasuk dalam kategori menengah hingga rendah dengan curah hujan antara 25 – 75 meter.
Suhu udara minimum di wilayah Jayawijaya berkisar antara 12 -15 OC yang mana suhu udara di wilayah Lanny Jaya dapat lebih rendah karena perbedaan ketinggian antara Lanny Jaya dan Jayawijaya.
BMKG menghimbau kepada pemerintah kabupaten dan juga masyarakat Lanny Jaya untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi seperti embun beku, hujan es, dan angin kencang. Selain itu perlu di bangun lumbung untuk menyimpan makanan agar saat kemarau masyarakat tidak mengalami kelaparan. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


