Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Inilah Makna dari Seluruh Rangkaian Upacara Perayaan Hari Raya Nyepi  

Inilah Makna dari Seluruh Rangkaian Upacara Perayaan Hari Raya Nyepi  

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rab, 2 Mar 2022
  • visibility 72
  • comment 0 komentar

Merauke, Topikpapua.com, – Pada Kamis 3 Maret 2022, umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi. Tentu saja perayaan ini sangat dinantikan.

Diketahui bahwa Nyepi adalah upacara tahunan yang rutin dilaksanakan umat Hindu Nusantara di seluruh Indonesia.

Dan yang unik adalah upacara peribadatan dalam rangka menyabut hari raya ini di tiap daerah di Indonesia berbeda.

Meski upacara peribatan di tiap daerah berbeda namun makna dan filosofi dari perayaannya tetap di pertahankan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Merauke, I Wayan Swasta menjelaskan, Hindu Indonesia disebut dengan nama Hindu Nusantara. Karena menurutnya agama Hindu adalah agama yang universal, sehingga para penganutnya diperbolehkan melakukan peribadatan sesuai dengan adat istiadat dan tradisi di masing-masing daerah.

“Kita tidak berkiblat ke India yang menjadi pusat penyebaran agama Hindu, karena Hindu adalah agama yang sangat universal sehingga para penganutnya bisa melakukan peribadatan sesuai dengan adat istiadat dan tradisi yang ada di daerah masing-masing” katanya di Pura Amerta Sari, Merauke, Senin (1/3/2022).

Di Merauke sendiri upacara peribadatan dalam rangka perayaan Nyepi juga tidak sama persis dengan perayaan yang dilaksanakan di Bali.

Dikatakan Wayan, Hari Raya Nyepi sendiri adalah sarana bagi umat Hindu untuk merenungkan diri dari segala hal yang telah dilalui. Perayaan Hari Raya Nyepi juga menjadi suatu wadah yang tepat bagi seluruh umat Hindu untuk mengintrospeksi dan evaluasi diri dari masa lalu agat bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Selain itu, upacara peryaan Nyepi juga menjadi salah satu bentuk ketaatan diri kepada Tuhan,” terangnya.

Saat perayaan tiba, umat dihimbau untuk berdiam diri di rumah dengan mengucapkan puji-pujian terhadap Tuhan agar mendapatkan keagungan.  Selain menjadi renungan diri, Hari Raya Nyepi juga dilakukan untuk menjaga keseimbangan Bhuana Alit dan Bhuana Agung atau titik pertemuan sifat negatif dan positif.

“Dalam Hari Raya Nyepi juga terdapat upaya untuk melestarikan alam sekitar dengan melepaskan sifat-sifat serakah yang ada pada diri manusia.
Seperti diketahui, manusia seringkali mengeksploitasi alam secara berlebihan. Untuk itulah, saat Hari Raya Nyepi tiba disaat itulah umat Hindu memberikan waktu untuk alam beristirahat,” papar Wayan.

Dalam perayaan Nyepi, umat Hindu Nusantara punya prosesi sendiri yang terdiri dari Melasti, Tawur Kesanga, Hari Raya Nyepi, Ngembak Geni dan Dharma Shanti.

Wayan menjelaskan, prosesi upacara Melasti diadakan dua hari sebelum hari raya Nyepi tiba. Upacara ini dilakukan di samudra atau mata air suci dalam keadaan tertib dan khidmat.

” Prosesi upacara ini dilakukan bertujuan untuk melebur segala kotoran, perkataan, perbuatan, dan pikiran dalam diri. Umat Hindu di Bali percaya bahwa air dapat menghilangkan ebergi negatif dan kembali mensucikan diri,” ujarnya.

Setelah melakukan upaca Melasti, umat Hindu akan melakukan Tawur Kesanga atau Mecaru sehari sebelum Nyepi. Pada kegiatan ini, biasanya umat Hindu akan melakukan pawai ogoh-ogoh yang diarak keliling desa.

“Boneka ogoh-ogoh dibuat sangat besar dengan rupa yang menyeramkan. Lalu akan dibakar sebagai perumpamaan untuk melenyapkan sifat buruk manusia,” papar Wayan.

Setelah melaksanakan dua kegiatan sebelumnya, tibalah pada hari raya Nyepi. Pada hari tersebut umat Hindu akan menghentikan semua kegiatannya selama 24 jam. Mulai pukul 6 pagi hingga pukul 6 pagi berikutnya.

Dalam prosesi ini umat Hindu memiliki 4 pantangan yang harus ditaati yaitu tidak menyalakan api atau amati geni. Tidak bekerja atau amati karya. Tidak bepergian atau amati lungan dan tidak bersenang-senang atau amati lelanguan

Sementara prosesi terakhir dalam perayaan hari Nyepi yang dilakukan umat Hindu yaitu Ngabak Geni atau mengunjungi sanak saudara.

” Salah satu ritual ngabak geni yang terkenal di Bali yaitu Mud-Medan atau Omed-Omedan. Pada prosesi ini, para pemuda dan pemudi akan melakukan ciuman secara bergantian. Hal ini dipercaya sebagai upaya untuk menolak bala,” pungkas Wayan. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Nilai Tebusan Kapten Philips yang Disanggupi Pemerintah

    Ini Nilai Tebusan Kapten Philips yang Disanggupi Pemerintah

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Kapolda Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri mengaku Pemerintah Papua bersedia menyiapkan sejumlah uang guna membayar tebusan yang diminta oleh KKB Egianus Kogoya untuk membebaskan pilot Susi Air, Capten Philips Mark Marthenz. “Saya hari itu sudah menyampaikan kepada Penjabat Bupati Nduga apabila dia (Egianus Kogoya) minta, tapi tidak boleh lebih dari Rp 5 […]

  • Pimpin Sertijab Dandim 1709/Yawa dan Sejumlah Pejabat Korem, Ini Pesan Danrem

    Pimpin Sertijab Dandim 1709/Yawa dan Sejumlah Pejabat Korem, Ini Pesan Danrem

    • calendar_month Ming, 12 Des 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Yapen, Topikpapua.com, – Letkol Inf Catur Prasetiyo Nugroho secara resmi menjabat Komandan Kodim 1709/Yapen Waropen menggantikan Letkol Inf Leon Pangaribuan, yang ditandai dengan upacara serah terima jabatan jajaran Korem 173/PVB yang dipimpin langsung oleh Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro, di Aula Graha Korem 173/PVB Kab. Biak, Sabtu 11 Desember 2021. Upacara serah terima […]

  • PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan, Imbas Aksi Rusuh Massa di Jayapura

    PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan, Imbas Aksi Rusuh Massa di Jayapura

    • calendar_month Sen, 1 Jan 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – PT PLN (Persero) melakukan gerak cepat pemulihan sistem kelistrikan yang terdampak aksi massa di Jayapura. Insiden yang mengakibatkan puluhan bangunan terbakar pada Kamis, 28 Desember 2023 tersebut membuat pelanggan sempat mengalami padam akibat adanya jaringan listrik yang terdampak. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono, menjelaskan […]

  • Jabatan Wali Kota Jayapura Segera Berakhir,  BTM Curhat Ingin Jadi Anggota DPR-RI

    Jabatan Wali Kota Jayapura Segera Berakhir, BTM Curhat Ingin Jadi Anggota DPR-RI

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura yang diemban Benhur Tommy Mano (BTM)- Rustan Saru bakal berakhir di Mei 2022 mendatang. Sebelum memasuki purna tugas, BTM dan Rustan Saru memanfaat momen ramadhan ini   bersilaturahmi dengan insan pers sekaligus berbuka puasa bersama di salah satu hotel di Kota Jayapura, Rabu (27/4/2022). […]

  • Diduga Landasan Licin, Pesawat Smart Aviaton Tergelincir di Lapter Sinak

    Diduga Landasan Licin, Pesawat Smart Aviaton Tergelincir di Lapter Sinak

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Sebuah pesawat milik maskapai Smart Aviation dikabarkan tergelincir di Bandara Udara Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (30/08/2022) sekitar pukul 13.05 WIT. Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pesawat yang dipiloti Capt. Wiyoko Handoko dan Co-Pilot Kristiono itu, terbang dari Bandara Timika menuju Sinak membawa material bangunan dan 2 […]

  • Pendam Cenderawasih Temu Ramah Bersama Pewarta se Jayapura

    Pendam Cenderawasih Temu Ramah Bersama Pewarta se Jayapura

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pendam Cenderawasih Cenderawasih, menggelar temu ramah dengan para insan pers se wilayah Jayapura dan sekitarnya, Kamis (10/09/20) sore. Kegiatan yang berlansung di Mako Denjasa Bekangdam Pendam Cenderawasih  itu, dalam rangka memperat tali silaturahmi antara Insan Pers dengan Kodam Cenderawasih khususnya satuan Pendam. “Insan Pers adalah mitra strategis, karena berita yang disampaikan bernilai […]

expand_less