Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Masyarakat Adat Tabi : Rekonsiliasi Solusi Penyelesaian Masalah di Papua  

Masyarakat Adat Tabi : Rekonsiliasi Solusi Penyelesaian Masalah di Papua  

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 21 Feb 2022
  • visibility 80
  • comment 0 komentar

Sentani, Topikpapua.com, – Masyarakat Adat Tabi menggelar deklarasi dukungan penyelesaian masalah Papua secara martabat melalui rekonsiliasi menuju Papua damai.

Acara tersebut berlangsung di Pendopo Adat (Obhe) Pongkonowere, Kampung Pande Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Senin (21/2/2022).

Deklarasi dilakukan setelah melakukan pertemuan dengan para tokoh adat dan sejumlah masyarakat adat Tabi yang diinisiasi oleh Barisan Merah Putih (BMP) Papua, di Pendopo Adat (Obhe) Pongkonowere, Kampung Pande Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.

Usai pertemuan dilanjutkan dengan deklarasi dan penandatanganan pernyataan sikap oleh para tokoh adat dan masyarakat adat Tabi.

Dalam deklarasi itu, ada tiga poin penting. Pertama, masyarakat adat Tabi mendukung penuh upaya penyelesaian konflik di Papua secara bermartabat demi terciptanya Papua damai.

Kedua, masyarakat adat Tabi bersama pemerintah bertekad menyelesaikan masalah Papua melalui rekonsiliasi dan restitusi menuju Papua damai.

Ketiga, masyarakat adat Tabi mendukung implementasi Undang-Undang (UU) Otsus Nomor 02 Tahun 2021 serta rencana pemekaran DOB menuju Papua damai dan sejahtera.

Untuk itu, masyarakat Adat Tabi melalui para tokohnya mengajak seluruh lapisan masyarakat di Papua, bahkan masyarakat nusantara untuk mendukung upaya negara dalam menyelesaikan masalah Papua secara bermartabat melalui rekonsilisasi guna menuju Papua yang aman, tenteram dan damai.

Salah satu Tokoh Adat Tabi, Naftali Nukuboy mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada negara yang terus mengupayakan penyelesaian masalah Papua dengan cara-cara yang bermartabat.

Naftali mengungkapkan, bahwa perhatian negara sangat besar sekali terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Hal ini terbukti dengan telah ditetapkannya Undang-Undang (UU) Nomor 02 Tahun 2021 tentang Otsus Fase (Jilid) II, tetapi juga adanya pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua,” katanya disela-sela deklarasi.

Untuk itu, Naftali mengajak semua komponen masyarat adat di Papua untuk menerima Otsus Fase (jilid) kedua. Sebab, semua situasi dan kemelut yang dialami oleh masyarakat Papua untuk mendapat kemakmuran dan kesejahteraan yang disediakan oleh negara telah termuat secara utuh dan menyeleuruh dalam UU Otsus Jilid II.

“Lahirnya UU Otsus Jilid II juga tidak terlepas dari perhatian negara, untuk membangun Papua dan terlebih dalam upaya Negara menyelesaikan sejumlah permasalahan yang kini dialami oleh provinsi tertimur di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut dia, pihaknya sebagai masyarakat adat perlu memberi masukan kepada negara untuk di Otsus fase kedua ini agar benar-benar bmemberikan ruang dan perhatian kepada pihak adat.

” Karena berdasarkan pengalaman, pada Otsus fase pertama, masyarakat adat kurang mendapat perhatian, akibat banyaknya intervensi pemerintah ke kampung-kampung lewat pemerintahanya,” beber Naftalim

Sementara itu Anggota MRP Pokja Adat Herman Yokhu menegaskan, hasil deklarasi yang dilakukan oleh pihaknya saat ini tentu akan bermuara kepada rekonsiliasi Papua damai dan bermartabat. Karena, Papua yang damai dan bermartabat adalah tujuan atau ending dari cita-cita bersama sebagai warga Negara dalam bingkai NKRI.

” Untuk tujuan itu, upaya penyelesaian masalah Papua secara bermartabat dan damai harus dimulai dari Tanah Tabi atau negeri matahari terbit. Karena, Tabi merupakan matahari yang memberikan sinar kepada seluruh warga masyarakat Papua secara khusus dan Indonesia secara umum. Maka deklarasi masyarakat adat Tabi saat ini menampilkan rekonsiliasi terhadap Papua damai dan bermartabat,” terang Herman.

Menurut dia, Otsus di dalam koridor berdasarkan UU Nomor 02 Tahun 2021. Kendati ada kelompok-kelompok yang ingin menggugat UU tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menolak otsus jilid dua, seperti sebagian anggota MRP yang dikomando Ketua MRP, itu adalah hal yang lumrah.

“Ya, wajar-wajar saja, tetapi pada akhirnya semua pasti menunggu keputusan dari MK,” kata Herman.

Sekalipun MRP secara kelembagaan menolak Otsus Jilid II dengan mengajukan gugatan ke MK, tetapi dirinya selaku tokoh adat yang juga anggota MRP dari Pokja Adat mengatakan bahwa Otsus Jilid II harus di berlakukan di Tanah Papua. Sebab, segala sesuatu akan terjadi indah pada waktunya.

“Selain anggota MRP, kami juga tokoh adat di wilayah Tabi tetap mendukung Otsus Jilid II dan harus diberlakukan di Papua,” tandas Hermab.

Ketua Pemuda Mandala Trikora (PMT) Provinsi Papua, Ali Kabiay menambahkan, dengan adanya deklarasi masyarakat adat Tabi ini dapat menggugah pemerintah pusat, untuk mengambil langkah-langkah dengan mengundang semua tokoh-tokoh masyarakat di Papua, termasuk tokoh-tokoh yang bersebrangan dengan prinsip kedaulatan dan mufakat untuk mencari jalan tengah.

Ali memaparkan, yang paling inti dari deklarasi adalah pihaknya mendorong terjadinya rekonsiliasi damai yang bermartabat, bermoral, sehingga tidak ada yang merasa benar, tidak ada yang merasa bersalah namun semua pihak duduk bersama mencari jalan tengah akhir konflik di Papua.

“Dengan memakai konsep-konsep pemikiran dari bagaimana masyarakat adat menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi, maka kami minta jika bentul – betul diadakan rekonsiliasi harus masyarakat adat dlibatkan karena kami yakin penyelesaian secara adat adalah penyelesaian yang baik,” pungkas Ali.(Irf)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Pemilik Kios di Mulia, Puncak Jaya Tewas Ditembak OTK

    Lagi, Pemilik Kios di Mulia, Puncak Jaya Tewas Ditembak OTK

    • calendar_month Rab, 1 Nov 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Mulia, Topikpapua.com, – Aksi penembakan misterius yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) kembali terjadi di Distrik Mulia, Ibu kota Kabupaten Pencak Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (31/10/2023). Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Adi Prabowo menjelaskan bila aksi penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 18.50 dan korbannya adalah pemilik kios atas nama Jermanto Simanjuntak (35). […]

  • Positif Covid-19 di Kota Jayapura bertambah Menjadi 12 Kasus

    Positif Covid-19 di Kota Jayapura bertambah Menjadi 12 Kasus

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 3.639
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Jumlah data komulatif Pasien Positif Covid-19 di Kota Jayapura terus bertambah. Berdasarkan data dari Litbankes Provinsi Papua, hingga Minggu 05 April 2020 ada penambahan 3 kasus positif di kota Jayapura. “ Data info dari Dr. Anton Ka Litbangkes, ada tambahan 3 kasus positif di kota Jayapura, yang pertama pasien yang siang tadi […]

  • Ricuh di Wamena, 1 Tewas, 5 Luka, 6 Bangunan Terbakar

    Ricuh di Wamena, 1 Tewas, 5 Luka, 6 Bangunan Terbakar

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Akibat kericuhan antar dua kelompok yang dipicu penganiayaan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (12/11/2022), dikabarkan 1 orang tewas, 5 terluka dan enam unit rumah terbakar. Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, kericuhan itu berawal pada Jumat (11/11/2022) sekitar pukul 20.15 WIT, di Jalan Yos Sudarso, Kampung Sinakma Wamena, […]

  • Gerak Cepat PLN Pulihkan Kelistrikan Paska Kerusuhan di Lanny Jaya

    Gerak Cepat PLN Pulihkan Kelistrikan Paska Kerusuhan di Lanny Jaya

    • calendar_month Ming, 29 Des 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Lanny Jaya, Topikpapua.com, – Menjelang momen perayaan Natal tahun 2024 dan Tahun Baru 2025, PT PLN (Persero) melakukan gerak cepat pemulihan sistem kelistrikan pasca kerusuhan di Kabupaten Lanny Jaya pada Kamis, 12 Desember 2024 lalu. Insiden yang mengakibatkan puluhan bangunan dan kendaraan masyarakat terbakar itu membuat 457 pelanggan mengalami gangguan kelistrikan. General Manager PT PLN […]

  • Yanto Eluay : Lebih baik Soroti Implementasi Otsus dari pada Demo Rasisme

    Yanto Eluay : Lebih baik Soroti Implementasi Otsus dari pada Demo Rasisme

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, –  Ondofolo Besar Kampung Sereh, Yanto Eluay menilai aksi demontrasi menolak rasisme sebaiknya tak perlu lagi di lakukan, Yanto menilai lebih baik masyarakat menyoroti implementasi Otsus di Papua di banding sibuk dengan aksi demo Rasisme. “Saya selaku tokoh adat Papua dari Kampung Sereh, Kabupaten Jayapura mengecam keras apa yang dilakukan oleh oknum warga […]

  • Warga Kampung China Abepura Temukan Bom Mortir

    Warga Kampung China Abepura Temukan Bom Mortir

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Warga Kampung China, Abepura, Kota Jayapura, Papua, digemparkan dengan ditemukannya sebuah bom mortir seberat 0,05 kilogram. Bom mortir dengan panjang 37 cm dan lebar 6 inch itu, diduga peninggalan Perang Dunia II. Bom mortir pertama kali ditemukan seorang warga, Agustinus (34) di seputaran Kampung China Abepura, Selasa (4/7/2022) siang. Kapolsek Abepura AKP […]

expand_less