Gubernur Enembe Harap Para Tokoh di Papua Jangan Mau Diadu Domba
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 5 Jan 2022
- visibility 655
- comment 0 komentar

Gubernur Papua Lukas Enembe/foto istimewa
Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Papua, Lukas Enembe melalui Juru Bicara, Mohammad Rifai Darus mengaku telah menerima sejumlah masukan dan kritik yang diberikan oleh sejumlah tokoh ihwal kondisi fisiknya.
Gubernur beranggapan, kata Rifai, bahwa penyampaian pendapat yang datang dari sudut pandang setiap kelompok masyarakat Papua akan selalu diterima dan menjadi masukan yang berharga bagi kepemimpinannya.
“Selama koridor yang digunakan selalu dalam ruang yang sejuk, damai dan beretika,”kata Rifai dalam rilisnya, Selasa (4/1/2022).
Terkait argumentasi kondisi kesehatan Gubernur Enembe yang telah mengakibatkan kegaduhan birokrasi dan minusnya pelayanan publik, seperti yang disampaikan oleh sekelompok tertentu, lanjut Rifai, gubernur menyatakan bahws argumentasi tersebut tidak berdasar.
“Pak Gubernur Enembe menuturkan, bahwa pasca pengobatannya dari Singapura beberapa bulan yang lalu memang telah dilakukan sejumlah penataan organisasi pada Pemerintahan Provinsi Papua yang semata-mata untuk memperkuat koordinasi dan mengakselerasi kinerja,” jelas Rifai.
Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), sambung Rifai, Gubernur Enembe tentunya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pemenuhan hak atas kesehatan dengan berbagai macam cara, baik pencegahan dan penyembuhan.
“Proses pengobatan yang dijalani oleh Pak Gubernur telah menempuh prosedur yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada, termasuk mendapat izin dari Mendagri untuk melakukan medical check-up bertepatan pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2022 kemarin,” tegasnya.
Gubernur pun meminta kepada sejumlah tokoh yang mendesaknya untuk mundur ataupun digantikan oleh pejabat yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat, agar lebih dulu memperkaya diri atas informasi yang sahih terkait kondisi fisik gubernur dari otoritas resmi ataupun yang berwenang.
” Intinya Pak Gubernur sangat menyayangkan narasi-narasi keliru yang masih dalam koridor hipotesis sudah dianggap sebagai sajian ilmiah oleh kelompok tersebut,” kata Rifai lagi.
Bahkan, Gubernur Lukas Enembe meminta maaf apabila dalam penyampaian beberapa pidato ataupun sambutannya di sejumlah acara terlihat terbata-bata dan tidak lancar, namun daya kritis dan manajemen kepemimpinan yang dimiliki soerang Lukas Enembe masih teramat tebal dan kaya.
“Ya, menurut Pak Gubernur bahwa menjadi pemimpin bukan hanya membutuhkan mulut yang bisa berbicara, tetapi jauh dari itu, pemimpin membutuhkan otak yang mampu berpikir tangkas dan hati yang tulus dalam pengabdiannya,” beber Rifai.
Selanjutnya Gubernur Lukas Enembe juga menyampaikan agar masyarakat adat yang ada di seluruh tanah Papua untuk tidak terpecah oleh agenda-agenda yang bertendensi adu domba.
” Pak Gubernur mengajak kepada seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang ada di Papua untuk menjaga perdamaian dan ketentraman. Beliau mengatakan bahwa beliau tidak anti terhadap kritik, tapi jangan sekali-kali menggunakan atribut politik yang dapat memantik api polemik,” tandas Rifai. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


