Tomas Port Numbay Sebut Pembentukan PAC Bermuatan Politik
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 2 Sep 2020
- visibility 906
- comment 0 komentar

Tokoh Masyarakat Port Numbay, Pdt. Willem Itaar / Nug
Jayapura, Topikpapua.com, – Tokoh Masyarakat Port Numbay yang juga adalah ketua FKUB Kota Jayapura, Pdt Willem Itaar mengatakan pembentukan Pemuda Anti Corona (PAC) yang di Louncing Pemerintah Provinsi Papua terkesan terlambat dan hanya untuk menghabiskan dana.
“Corona ini kan sudah mulai dari bulan maret, pertanyaannya kenapa PAC ini baru di luncurkan sekarang, kenapa tidak sejak bulan april atau mei, kenapa baru sekarang..?, “kata Willem kepada Redaksi Topik, Selasa (01/09/20).
Menurut Willem, pembentukan PAC di nilai tidak efektif, karena saat ini warga kota jayapura sudah masuk di era new normal.
“Menurut saya saat ini PAC itu tidak efektif, mengapa..? karena warga di kota jayapura saat ini sudah mulai mengerti dan taat terhadap protokol kesehatan covid-19, buktinya saja angka penambahan kasus di kota jayapura sudah menurun, makin banyak yang sembuh, “Ungkapya.
Lanjut Willem, Saat ini di kota jayapura sudah masuk di fase memperbaiki perilaku kehidupan masyarakat, tidak lagi pada giat pemutusan rantai penyebaran covid, “itu sudah kita lewati bulan lalu,”Ujarnya.
Atas alasan tersebut Willem kembali mempertanyaan manfaat dari dibentuknya PAC di kota Jayapura, “Pertanyaannya, PAC ini muncul saat ini buat apa..? mau kerja apa…? masyarakat di kota jayapura sudah mulai sadar akan bahaya covid, mereka sudah pake masker, cuci tangan, jaga jarak, truss PAC ini mau bikin apa..?, “Bebernya.
Willem mencontohkan kegiatan ibadah di kota jayapura yang sejak di buka kembali hingga saat ini berjalan dengan baik dan tidak menjadi klaster baru bagi penyebaran covid-19 di kota jayapura.
“ini bukti bahwa warga kota jayapura sudah mengerti akan bahaya corona, mereka sudah mengerti harus pakai masker di tempat umum, jaga jarak dan lain sebagainya, “Jelas Willem.
Willem juga bertanya mengapa PAC di buat di kota jayapura yang notabene, menurutnya sangat berhasil dalam memerangi virus corona.
“Lalu sasaran nya kenapa ke kota jayapura..? ada apa dengan kota jayapura…? padahal kita lihat ya pemkot jayapura dengan semua OPD selama ini sudah berjuang melawan covid dengan sangat baik, contohnya menyewa hotel sahid dan terbukti banyak sekali pasien yang sembuh disana,”jelas Willem.
Selain itu, Willem mengaku pemkot juga selalu melakukan giat swiping masker, berlakukan jam aktifitas dunia usaha, “semua sudah di lakukan dengan baik dan hasilnya juga sudah terlihat, lalu PAC ini mau buat apa lagi..?
“ Saya melihat pembentukan PAC ini hanyalah salah satu upaya untuk menghabiskan dana covid yang masih mengendap di Provinsi, berikut Jangan juga pandemik covid ini dimanfaatkan untuk sebuah arena kepentingan politik, karena figur-figur ini kan sudah mulai dimunculkan, jangan pandemik covid ini di pakai untuk menjatuhkan atau untuk mengangkat nama mereka, “Beber Willem.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal melepas 1400 orang PAC, di Lapangan Trisila Lantamal X Jayapura, Senin (31/08/20).
“Kita berharap dengan melibatkan anak-anak muda ini, 10 dari 25 Keluharan di Kota Jayapura bisa berubah menjadi zona hijau Covid-19,” kata Klemen.
Klemen menyebut, pemerintah sengaja melibatkan para anak muda yang energik, bersemangat untuk mensosialisasikan pencegahan wabah corona ini.
Untuk selanjutnya, mereka akan memulai lakukan sosialiasi dari keluarga, tetangga hingga lingkungan kelurahan tempat mereka tinggal.
“Kita berikan mereka pembekalan, buku serta atribut khusus, yang selanjutnya itu menjadi pedoman untuk mensosialisasikan tentang Corona ini,” katanya
Wagub yakin dan percaya sosialisasi pencegahan Covid-19 dengan melibatkan anak-anak muda ini, akan berdampak positif untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di kota Jayapura.
“Jika hal itu dilakukan baik, saya yakin dalam 28 hari kedepan atau 2 kali masa inkubasi pasti ada perubahan signifikan untuk 25 kelurahan di kota Jayapura ini,” jelasnya.
Intinya kata Klemen Tinal, tugas khusus PAC ini adalah merangkul setiap warga kelurahan, untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dalam menjalani aktivitas kesehariannya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


