Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » KESEHATAN » Ini Skenario Satgas C-19 Hadapi Lonjakan Jumlah Kasus Corona di Papua

Ini Skenario Satgas C-19 Hadapi Lonjakan Jumlah Kasus Corona di Papua

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
  • visibility 1.531
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Satgas Covid-19 Papua mulai kewalahan menghadapi melonjaknya jumlah Kasus Covid-19 di Papua. Berbagai langkah dan strategi mulai dipikirkan guna mengantisipasi tidak makin meluasnya penyebaran virus corona di Papua.

Jubir Satgas Covid-19 Papua, Dokter Silwanus Sumule mengaku saat ini pihaknya telah menyusun berbagai skenario untuk mengatasi lonjakan jumlah pasien C-19 yang tiap harinya makin bertambah, Salah satunya dengan menjadikan rumah sakit Abepura sebagai rumah sakit khusus Covid.

“Angka pasien Covid di Papua dalam sepekan terakhir ini terus meningkat, fasilitas rumah sakit kita mulai kewalahan menampung pasien covid, kita memang sudah menjadikan Rumah sakit abepura sebagai rumah sakit khusus covid, namun itu masih kurang, “Kata Sumule kepada Pers, Kamis (21/05/20).

Saat ini di laporkan jumlah pasien positif Covid-19 di Papua telah mencapai angka 538 kasus, PDP sebanyak 845 kasus sedangkan ODP sebanyak 2895 kasus.

“Dari 583 kasus positif  ini ada 394 pasien yang saat ini sedang kita rawat di rumah sakit, belum lagi PDP dan ODP yang bergejala itu kita rawat juga di rumah sakit, kami tidak tau sampai kapan rumah sakit kita bisa menampung semua pasien ini, “Beber Sumule. 

Dijelaskan Sumule bila pihaknya telah merencanakan untuk meminta Rumah sakit milik pemerintah papua untuk menyiapkan porsi lebih bagi pasien covid, karena rumah sakit abepura dilaporkan saat ini sudah penuh.

“ Skenario lainnya ya.., kita meminta rumah sakit milik pemprov untuk siapkan tempat tidur lebih banyak untuk covid, juga kepada rumah sakit mitra (swasta) agar siapkan minimal 30 tempat tidur buat pasien covid,”kata Sumule.

Sumule juga mengaku saat ini pihaknya tengah melirik sejumlah fasilitas baik milik pemprov maupun kota jayapura untuk di manfaatkan sebagai tempat isolasi bagi pasien covid di Papua.

“ Kita juga sudah memikirkan untuk memanfaatkan semua fasilitas yang mungkin bisa di gunakan, saat ini baru ada 3 tempat yang sudah kita jejaki, pertama di Hotel Sahid, berikut diklat PPDSM dan diklat balakes, “Jelas dokter Sumule.

Solusi lainnya menurut Sumule adalah mempercayakan kepada pasien PDP dan ODP atau pasien positif yang tanpa gejala untuk isolasi mandiri.

“Dibanyak negara sudah melakukan hal ini, namun kita di Papua ini memang sedikit beda dan agak sulit untuk melakukan hal ini, pertama karena masyarakat masih banyak yang belum mengerti kalau penyakit ini bukanlah suatu aib, stigma buruk sudah terbangun di tengah masyarakat, itu masalahnya, “Beber Sumule.

Akibatnya, Lanjut Sumule, semua pasien Covid positif maupun PDP dan sebagian ODP harus kita siapkan tempat, “Misalnya kalau yang positif tanpa gejala, PDP yang secara klinis baik bisa isolasi mandiri saya pikir kita belum kuatir akan daya tampung rumah sakit kita, dan masih ada ruang juga untuk pasien lain selain covid yang bisa dilayani baik di rumah sakit, “Paparnya.

Tenaga Medis Mulai Kewalahan

Masalah lainnya adalah tenaga medis yang menangani covid-19 di papua saat ini mulai kewalahan, bahkan Sumule mengatakan bila saat ini sudah ada dua puluhan tenaga medis yang dinyatakan positif covid-19.

“ Kalau mau di bilang kurang ya kita memang masih kekurangan tenaga medis, apalagi saat ini sudah ada dua puluhan tenaga medis kita yang positif, itu berarti mengurangi jumlah tenaga medis kita, “Kata Sumule.

Tenaga medis kewalahan menangani pasien covid-19 / ist

Dirinya menjelaskan untuk mengatasi kekurangan tenaga medis saat ini pihaknya memanfaatkan tenaga dokter muda , “kita manfaatkan tenaga mereka untuk bantu kita, kebanyakan kita beri tugas sebagai tenaga surveilance, “Ujarnya.

Dokter Sumule juga mengatakan saat ini Papua masih membutuhkan tenaga ahli atau dokter spesialis khusus untuk menangani Covid-19.

“Untuk penanganan covid-19 ini kita butuh dokter spesialis paru dan dokter Anastesi, sementara saat ini kita hanya mempunyai 7 dokter paru dan 7 dokter anastesi, dan kebanyakan semuanya ada di Jayapura, “Jelasnya.

Untuk bisa mengcover daerah lain selain jayapura, Sumule mengatakan pihaknya telah mengajukan suatu program yakni, dokter bergerak.

“Kita sudah ajukan dan saat ini tinggal menunggu SK dari gubernur, bila SK nya sudah keluar maka program dokter bergerak ini kami harap bisa menjadi solusi bagi daerah-daerah lain yang memiliki pasien covid namun tidak memiliki dokter spesialis paru dan anastesi, “Beber Sumule.

Diungkapkan Sumule 7 Dokter Paru saat ini berada di Jayapura 3 orang, Mimika 1 orang, Merauke 1 orang dan di Biak 1 orang, sementara untuk daerah pegunungan hingga saat ini belum ada dokter spesialis paru.

“Nantinya kita harapkan bila program dokter bergerak ini sudah jalan, ketika ada pasien di daerah lain yang terdapat pasien covid dan memerlukan penanganan khusus, dokter paru atau dokter anastesi bisa segera mendatangi pasien, sehingga penanganannya bisa lebih cepat, “Ungkap Sumule.

Lanjutnya, bila nantinya pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut karena masalah fasilitas kesehatan, maka akan segera di rujuk ke Rumah sakit terdekat yang fasilitasnya lebih baik.

“Semua skenario ini kita pikirkan untuk menangani penyebaran virus corona yang tiap harinya semakin naik kasusnya, namun semuanya itu saya pastikan akan sia-sia bila masyarakat masih tidak peduli dengan protokol kesehatan yang selalu kami himbaukan, “Tukas Sumule.

Lanjutnya, Virus ini tidak bergerak, yang menggerakkannya itu kita sendiri, jadi kalau kita masih keluar rumah dan berkumpul, tidak menggunakan masker, maka sebesar apapun usaha kita tidak akan berguna.

“Virus ini hanya bisa di kalahkan bila kita semua sepakat tinggal dirumah, bila keluar selalu gunakan masker, hindari kerumunan, jara jarak, tidak melakukan kontak fisik dengan orang di luar rumah, selalu menjaga kebersihan lingkungan dan ingat untuk selalu mencuci tangan, “Pungkas Sumule. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Kodim Deiyai Diserang OPM, Kapendam : Itu Tidak Benar!

    Isu Kodim Deiyai Diserang OPM, Kapendam : Itu Tidak Benar!

    • calendar_month Sab, 13 Apr 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan menegaskan bila informasi yang beredar terkait vidio adanya penyerangan ke Kodim Deiyai saat jenazah Danramil Aradide tiba di kodim adalah informasi yang tidak benar. “Tidak benar Makodim Deiyai diserang, yang terjadi itu saat jenazah Danramil Aradide tiba di Makodim Deiyai ada indikasi akan ada gangguan oleh […]

  • Shocktober Deals Astra Motor Papua Hadirkan Berbagai Promo Menarik

    Shocktober Deals Astra Motor Papua Hadirkan Berbagai Promo Menarik

    • calendar_month Sel, 3 Okt 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Astra Motor Papua selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Papua dan Papua Barat kembali menghadirkan hal spesial pada bulan Oktober ini. Bertajuk Shocktober Deals. Promo DP lebih terjangkau hingga potongan tenor, diberikan Astra Motor Papua,” Kami berupaya memberikan yang terbaik kepada para pelanggan kami, termasuk pada bulan Oktober ini, kami […]

  • Jatuh dari Jembatan Youtefa, Seorang Remaja Tewas

    Jatuh dari Jembatan Youtefa, Seorang Remaja Tewas

    • calendar_month Kam, 26 Mei 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Seorang remaja, Andreas Rumbiak (15) meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan maut. Ia diketahui terjatuh dari Jembatan Youtefa, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Kamis (26/5) dini hari. “Ya, benar korban meninggal dunia lantaran mengalami luka yang serius di bagian kepala dan beberapa organ tubuh,” kata Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Hendrik Saru. Kapolsek […]

  • Dandim Athenius Sambut Kunker Pangkostrad di Jayawijaya

    Dandim Athenius Sambut Kunker Pangkostrad di Jayawijaya

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Wamena, Topikpapua.com, – Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip menyambut kedatangan Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (6/12/2022). Kedatangan Pangkostrad ini dalam rangka kunjungan kerja Dalwas Ops Satgas di Kabupaten Jayawijaya,. Turut hadir dalam penyambutan Pangkostrad yaitu Danyonif 756/WMS Letkol Inf Irawan Setia Kusuma, Sekda Kabupaten Jayawijaya, Kasdim 1702/JWY Mayor […]

  • Polisi Ungkap Identitas KKB Pelaku Penganiayaan 8 Warga Sipil di Paniai   

    Polisi Ungkap Identitas KKB Pelaku Penganiayaan 8 Warga Sipil di Paniai  

    • calendar_month Sen, 10 Okt 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Kepolisian daerah Papua berhasil mengidentifikasi kelompok kriminal bersenjata yang menganiaya delapan warga sipil dan satu anggota TNI AD di Paniai Papua, pada Jumat (7/10) lalu. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faisal Rahmadani mengatakan pelaku penganiaya dan perampasan yang terjadi di kampung Baguwo, Distrik Topiyai adalah ulah dari KKB pimpinan […]

  • Target 3 Emas di PON 2028, Gubernur Fakhiri Siap Dukung Fasilitas Latihan Cabor Paralayang

    Target 3 Emas di PON 2028, Gubernur Fakhiri Siap Dukung Fasilitas Latihan Cabor Paralayang

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pengurus cabang olahraga paralayang Provinsi Papua menargetkan minimal tiga medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Target tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri terkait persiapan pembinaan atlet menuju pesta olahraga nasional tersebut di Kota Jayapura, […]

expand_less