Covid-19, Kabupaten Jayapura Hanya Liburkan Sekolah di Dua Distrik
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 17 Mar 2020
- visibility 1.159
- comment 0 komentar

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, bersama Forkompinda kabupaten Jayapura saat memberikan Keterangan Pers / irf
Sentani, Topikpapua.com, – Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Jayapura, Pemerintah Kabupaten Jayapura memutuskan untuk menghentikan sementara proses belajar mengajar (PBM) selama 14 hari kedepan di dua Distrik.
Dua distrik tersebut adalah, Distrik Sentani dan Distrik Sentani Timur. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw usai menggelar rapat penanganan penyebaran Covid-19 di sentani, Selasa (17/03/20).
“Dinas Pendidikan akan membuat keputusan dan itu akan masuk dalam tim gugus tugas yang telah kita bentuk tadi. Bahwa, libur sekolah hanya berlaku di sekitar Distrik Sentani dan Distrik Sentani Timur. Tapi di Sentani Timur juga tidak semua diliburkan, jadi kita melihat kondisi setempat, aktivitas yang tinggi dan pertemuan-pertemuan, mobilisasi tinggi mungkin itu yang perlu dibatasi,” kata Mathius kepada Pers.
Mathius juga menegaskan, sehubungan dengan nonaktifnya PBM dibeberapa sekolah di dua distrik itu, agar pihak guru agar tetap menjadwalkan layanan PBM secara online. Kemudian orang tua juga harus mengawasi kegiatan anak selama dirumah.
“Kami juga sudah diskusi panjang lebar, kalau ini tinggal di rumah, siswa-siswi di beberapa sekolah tertentu ini harus jelas pengawasannya, harus jelas tugasnya dari guru-guru. Jadi proses belajar mengajar bisa berjalan dengan online, tetapi ini harus disiapkan semua. Jadi bukan istilah libur, libur ini konotasinya dia mau kemana-mana. Tetapi, ini adalah tindakan khusus, semacam karantina misalnya,” Tukas Bupati Mathius.
Selain itu, dirinya menambahkan, status khusus ini hanya berlaku didua wilayah distrik itu. Sehingga daerah atau distrik lainnya yang ada di Kabupaten Jayapura tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Ini juga sudah sesuai instruksi atau arahan dari Presiden.
“Daerah silahkan ambil langkah-langkah, tapi itu harus dibicarakan secara matang, bersama dengan semua stakeholder yang ada di daerah masing-masing,” ungkapnya menirukan pernyataan Presiden Jokowi.
Menurut Mathius, yang paling penting adalah arah kebijakan yang diambil daerah tidak boleh menimbulkan masalah baru, tidak boleh merugikan masyarakat setempat. Untuk itu, semua pihak harus terlibat.
“PHRI atau restoran dan hotel juga harus mengambil langkah-langkah konkrit disitu. Misalnya orang datang makan, terus keluar masuk di hotel itu, apa yang dilakukan. Supaya steril disitu, jadi semua pihak kita kerahkan,” ujarnya.
Bupati Mathius juga meminta kepada semua komponen masyarakat harus ambil bagian dan ikut bertanggung jawab, untuk mensosialisasikan masalah Covid-19, “yang terpenting adalah masyarakat di Kabupaten Jayapura agar tidak panik. (Irf/RT)
- Penulis: topik papua




