Penggrebekan aktifitas pertambangan ilegal di Buper Waena/Ist

Jayapura, Topikpapua.com – Sebanyak 17 orang penambang illegal, diamankan Petugas Polresta Jayapura Kota, Jumat (26/6/20). Dugaan kuat, aktifitas penambangan yang berlokasi di Kawasan Buper itu, tak berijin alias ilegal.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav R. Urbinas, Urbinas, SH.,S.IK.,M.Pd mengatakan, penangkapan 7 orang tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat, terkait aktivitas penambangan ilegal dikawasan Buper.

“Dari laporan itu, kami lakukan pengecekan dan penggebrekan dilokasi, dan mengamankan 17 orang dengan sejumlah barang bukti,” kata Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, 17 orang yang diamankan tersebut sebagai penangungjawab terhadap kelompok pekerja, buruh, operator alkon, alat berat dan pengawas termasuk juga pemilik lahan.

Dimana, saat pengrebekan, Polisi menyita beberapa barang bukti berupa 2 buah alkon, air raksa bekas pakai dan BBM Solar 11 jerigen ukuran 35 liter.

“Jadi diantara 17 orang ini, salah satunya satunya pemilik lahan. Semua barang bukti sudah diamankan dan dibawa ke Polresta Jayapura Kota sedangkan 6 unit alat berat di police line dilokasi,” kata AKBP Gustav.

AKBP Gustav menyampaikan, lokasi penambangan ilegal tersebut nantinya akan diawasi selama satu minggu untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas pertambangan. Sedangkan pasal yang dilanggar dalam kasus tersebut ada tiga undang-undang.

“Untuk sementara dugaan yang akan disangkakan dalam UU yang pertama yakni UU nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan dan minerba, juga UU 32 tahun 1999 tentang pengelolaan lingkungan hidup dan UU 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan,” jelas Kapolresta.

AKBP Gustav menuturkan, ada pasal-pasal yang harus didalami tentang peran masing-masing orang. Ia juga menjelaskan bahwa sekitar 3 bulan lalu para penambang ilegal sempat ketahuan namun melarikan diri.

“Saat itu mereka semua lari dan suasananya belum seperi saat ini yang sudah berkembang, dulu masih minim dengan peralatan. Kami sudah melakukan langkah untuk penindakan dan melarang keras aktivitas ilegel seperti ini, saat itu mereka semua lari meninggalkan TKP dan tidak ada aktivitas,”jelasnya. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here